puisi cinta


Puisi Cinta Romantis Untuk Pacar
Oke buat sahabatku semua, berikut ini ada beberapa Koleksi Puisi Cinta Romantis Untuk Pacar Terbaru berikut ini:

Puisi Arti Cinta Sejati

Cinta..
Dapatkah hati mentafsir mimpi..
Berlari-lari mengejar memori..
Mengikat kasih jalinan suci..
Membakar jiwa yang penuh arti..

Cinta..
Mimpi hanya mainan malam berlalu pergi..
Tatkala fajar menghulur realiti..
Menghurai makna di kamar hati..
Menemani diri menangisi sepi..

Cinta..
Ikatan cinta yang sekian lama..
Kian pudar di mamah usia..
Dingin kasihmu jelas nyata..
Diriku sandaran dikala duka..
Lantaran dirimu bermain kata..
Menjemput diriku Merangkak ke dunia nyata..
Mengenal istilah sebuah cinta yang terpendam..

Cinta..
Suara hati memaksa diriku..
Merantai jiwa yang penuh sangsi..
Membangun sepi di tembok hati..
Mendekapi rindu mengalun puisi..
Mengungkap setia di jendela janji..
Sebuah kepastian cinta harus diukiri..
Arti cinta yang terpendam.
*******************************

Puisi Rindu Kamu

Rindu Kamu, Ketika bayangmu tak menjauh..
Semakin anggan ingin menemukanmu..

Malam membutakan matahari menyilaukan..
Tak membuatku berhenti mencarimu..

Hari-hariku masih di selimuti rindu..
Langkahku masih di sertai sisa candamu..

Luka hatiku tak pernah sembuh..
Aku terus merindukanmu.
*******************************

Puisi Melukis Cinta

Dapatkah aku melukis cinta untukmu..
Mengguratkan sejuta warna..
yang bisa membuatmu indah..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu..
Seperti notasi mimpi kupu-kupu..
bersayap biru..
Terbang bersama menuju negeri pelangi..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu..
Mengisyaratkan lelahku di jalan resah.
*******************************

Selembar Puisi Untuk Kekasih

Terpaku dalam kegundahan hati..
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari..
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada..
Hanya lelah..
Lelah yang ku rasa..

Andaikan waktu itu tak terjadi..
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini..
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam..
Mataku terhalang jurang yang dalam..
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu..
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan..
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi..
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini..
Semangatku lemah hatiku susah..
Teringat malam itu yang menyakitkan..
Inikah kehidupan?

Kurasa semua bukan seperti ini..
Mungkin masih ada titik terang..
Yang akan menyinari kegelapan hati..
Memberi pujian untuk diri sendiri..
Meredamkan semua yang ada saat ini..
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini.
*******************************

Puisi Aku Mohon Dengan Sangat Kepadamu

Kembalilah wahai sayangku..
Kembali padaku..
Cintailah aku setulus hatimu..
Karena aku tak bisa hidup tanpamu..
Dan bila suatu saat nanti..

Aku pergi..
Bukan karena aku menyerah..
Namun ku pergi karena waktu..
Dan ruang yang memisahkan kita..
Apabila itu terjadi..
Maafkanlah bila aku..
Tiada lagi disisimu..

Karena kita terpisah ruang dan waktu..
Bila saja waktu memihakku..
Sejak dari awal sejal terakhir ku bertemu denganmu..
Harusnya ku bilang sayang..
Ku bilang cinta..
Karena semua itu milikmu..

Kemudian..
Tetaplah jalani mimpimu..
Meski saat itu nanti tak bersamaku..
Karena bagiku..
Bahagiamu damaikan hatiku.
*******************************

Puisi Dirimu Yang Satu

Andai kau tahu..
Apa isi hatiku ini..
Apa yang ku rasakan saat ini..

Jika kau bisa merasakan..
Ku mohon… balas rasa ini..
Ku mohon ungkapkan rasa yang ada di hati mu..

Andai kau  tahu..
Hanya dirimulah yang ada di hati..
Hanya nama mu yang terukir di jiwa..
Hanya wajah mu yag ada di bayangan ku..

Dirimu yang satu..
Telah menebar cinta di hatiku..
Telah membagi rasa indah di hati..
Walau hanya aku yang merasakan..

Cinta itu timbul..
Saat ku lihat dirimu..
Dan tiba-tiba saja rasa itu timbul..
Di hati ku..
Karna hanya dirimu di hati.
*******************************

Puisi Rasa Cintaku

Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong..
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang..
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku..
Engkau sungguh membuatku tak mengerti..
Rasanya hatiku jadi tak menentu..
Untukku kau sangat berharga..
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu..

Aku sangat mencintaimu..
Namun kau tak pernah sadari itu..
Walau perih hati ini..
Aku disini kan selalu setia menantimu..
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu.
*******************************

Puisi Teringat Dirimu Selamanya

Dalam luang waktu ku coba lupakan..
Sejenak memendam kisah lama yang silam..
Melihat pelangi yang kini t’lah kelam..
Gelap gulita dan sunyi mencekam..

Nampak hadirmu dalam ingatan..
Terlihat jelas tapi menyakitkan..
Walau terasa kau ku dambakan..
Membuat aku dalam kesepian..

Meski kau ku cinta tapi tak sebaliknya..
Kau yang ku puja takkan terlupa..
Seringkali kau nampak senangkan..
Dan tak jarang kau juga menyakitkan..

Kerinduan ini membuatku gila..
Kehilangan dirimu sebuah luka..
Berangan aku tuk selamanya..
Hingga mati pun slalu bersama..

Dan mungkin seandainya nanti..
Mentari tak bersinar lagi..
Kau tetap dan s’lalu disisi..
Menemaniku dalam indahnya surgawi.
*******************************

Puisi Bidadari Tanpa Sayap

Kelembutan hatinya membuatku terpana..
Melihat kehindahan Rembulan..
Sama seperti melihat keindahan wajahnya..

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua..
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata..
Merasakan penderitaannya sendirian..
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi..

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap..
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti..
Berada di atas awan.
*******************************

Puisi Cinta Itu Ikhlas

cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi..
Memberi banyak kehidupan..
Membuat orang ingin tahu..
Dan tiap orang pasti mengalami cinta..

Cinta itu keikhlasan..
Cinta itu kemauan..
Cinta itu saling mengerti..
Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada Tempat terbaik dalam hati.. jadikan cinta itu indah dihatimu..
Karena cinta bisa seindah yang kau mau..

“Ariel aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu..
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu..
“I Lup U Sayangku”.
*******************************

Puisi Pasrah Dalam Cinta

Aku berjalan di bawah derasnya hujan..
Tak ku hiraukan baju yang ku kenakan..
Basah oleh air hujan..
Qu berjalan tanpa arah & tujuan..

Kemana harus ku bawa..
Luka hati yang menyayat jiwa..
Pada siapa ku mengadu..
Derita dalam hidup ku..

Aku yang lemah oleh cintanya..
Tak mampu berbuat apa apa..
Hidup terasa tak berguna..
Aku pun tak mau mati sia sia..
Hanya karena cinta..

Hingga ku lupa sama Sang Pencipta..
Sesungguhny dia Maha tau..
Derita dalam hidup ku..
Hanya sebagai ujian ku.
*******************************

Puisi Jawaban Rindu

Terasa sesuatu persoalan memanggil..
Dibenak yang paling mendalam sehingga menjadi ralit..
Semakin jiwa di landa gelora sang penanti..
Semakin sukar di fahami puncaknya gelisah ini..

Hanya kekosongan juga kehilangan ku rasai menghuni hati..
Dimanakan ku temui penghujungnya resah ini..
Seumpama ku menanti sejawaban rindu..

Dimanakah kutemui sinarnya yang hakiki..
Untuk menjadi penyuluh jalan di depanku hingga akhir waktu..

Andai kau temui cahaya yang ku cari..
Sudikah kau bersama sebagai teman maupun sebagai kekasih..
Dimana kan ku temui penghujungnya resah ini..
Seumpama ku menanti sejawaban rindu.
*******************************

Puisi Janji Cinta

Riang tertunda tersita janji..
Bukti lenyap nyaris diingkari..
Tangguhkan angan raih mimpi..
Luluh terkapar menanti dihampiri..

Musnah ambisi lelah meyakinkan..
Hambar niat tawaran ter’abaikan..
Hadirkan kecurigaan mengancam..
Denting meredup sirnalah harapan..

Nafas lepas mata terpana..
Hanya diam mulut menganga..
Masihkah ada pijakan tangga..
Berharap bisikan buka telinga..

Sisa jiwa nyaris terkubur..
Bertahan pantang mundur..
Kami masih ucapkan syukur..
Meski raga kan hancur lebur.

Cinta Sejati Dalam Islam


 

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

 

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: http://www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita 
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik:Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan:Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

Gambar

Is a Free West Papua on the Horizon?


shutterstock_126599678_1

COPYRIGHT © RAJA AMPAT, INDONESIA: SHUTTERSTOCK. ALL RIGHTS RESERVED

Is a Free West Papua on the Horizon?

In the eyes of many, West Papua should be a country independent from Indonesia.

Background

While Papua New Guinea is a sovereign nation, few realize that the western half of the world’s second largest island is Indonesian territory. This resource-rich island is one of the least publicized places on earth, a place where the fight between modernity and tradition is still being waged — and with bloody consequences.

Although the island is recognized as Indonesian territory, Papuan natives are ethnically and linguistically distinctive. Native Papuans are recognized as Melanesian. Indonesians native to other islands, such as Sumatra or Java, fall instead within the Austronesian ethno-linguistic family. Despite thousands of years of regional commingling between Melanesians and Austronesians, the majority of Papua remained essentially isolated from any outside influence until the mid 20th century.

Papuan nationalism began to grow during World War II, with Japan’s seizure of the island in 1942 prompting a clash involving over 80,000 allied troops. Despite nearly 300 different languages being spoken amongst West Papuans alone, Papuan tribal society developed into a unified Papuan nationalism under foreign occupations. This resulted in the majority native Papuan “New Guinea Council,” which set forth the goal of Papuan independence in 1970. This was envisioned, at the time, as independence from the Dutch.

In 1945, Indonesia’s first president, Sukarno, declared Indonesian independence from Dutch rule. In seeing that Papua was an extension of the Dutch colony, Sukarno claimed Papua as part of the Indonesian nation. To forgo military engagement, the Dutch signed the New York Agreement of 1962, promising Papuans a fair referendum within six years to vote for either Papuan sovereignty or Indonesian rule.

Papuan aversion to Indonesian rule was clear from the beginning, and in 1965, it manifested itself in revolts known as the “West Papuan Spring” These revolts were short-lived, as they were consistently met with brutal retaliation from the Indonesian military. Nevertheless, the Free Papua Movement was born.

Why is the Free Papua Movement Relevant?

Aside from mass revolt, 1965 also saw Sukarno fall to Suharto, who then viewed the protests and instability as justification to allocate voting power in Papua’s referendum to a mere 1,025 men. Declared the “Act of Free Choice,” military records account that Papuans favored Indonesian citizenship. To this day, many Papuans instead call it the “Act of No Choice” — around 1,000 were hand picked by the military to represent a population of nearly 2 million.

Since the “Act of Free Choice,” the Free Papua Movement has persistently engaged in actions ranging from violent guerrilla operations to peaceful protest, civil disobedience, and flying the Morning Star — the flag symbolizing a Papua free from foreign rule. Having dealt with its fair share of separatist movements, the Indonesian government often labels the Free Papua Movement’s actions as terrorist threats. Thus, action is generally met with violent Indonesian military repercussions. There are, for example, documented cases of individuals receiving ten-year jail sentences for attending a Morning Star raising ceremony.

While Amnesty International, Human Rights Watch, and the United Nations have documented human rights violations in West Papua, the Indonesian government’s legal limitations on travel and persistence that the region’s dangers pose a threat to international journalists and NGOs have kept West Papua’s freedom movement out of the international media spotlight.

The Free West Papua Campaign was launched in Oxford, England, in 2004 and is led by exiled West Papuan independence leader, Benny Wenda. It hopes to bring international attention to human rights violations in Papua through peaceful campaigning. These human rights violations include failures of the Indonesian government on the island to address issues such as poverty, education, health, and development. The movement hopes to one day see the Morning Star flying freely amidst the tree tops of the island. They envision a fair, transparent, and fully representative referendum — one that they believe, if acted upon, would lead to a free and independent Papua.

Many Indonesians see Papua as one of their national strengths, as it legitimizes the national motto, “Unity in Diversity.” Many West Papuans, however, feel they have waited too long for freedom.

 

Proposal Website Dakwah Islam Dalam Bahasa Inggris


Assalamu’alaikum wr wb,

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” [An Nisaa’ 95]

Alhamdulillah saat ini kami berhasil membuat situs dakwah Islam Media-Islam.or.id yang alhamdulillah sudah diakses 2,6 juta kali lebih dengan rata-rata 100 ribu kali pageview/bulan. Itu setara dengan 100 ribu buletin seharga Rp 10 juta/bulan. Berikut statusnya:

 

Pengunjungnya pun bukan hanya dari Indonesia, namun dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Selain dari negara tetangga seperti Malaysia dan

Singapura, tapi juga dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Jerman, Kanada, Turkmenistan, dan sebagainya. Selain berbahasa Indonesia, ada juga sedikit tulisan berbahasaInggris.

Ada potensi dakwah baru di sini.

Menurut Internet World Stats, pengguna Internet di seluruh dunia ada 2 milyar lebih. Sementara di Indonesia hanya 39,6 juta.

Nah jika website Media-Islam.or.id dengan (sebagian besar) bahasa Indonesia mampu menjangkau 2,6 juta lebih kunjungan, bagaimana dengan website Islam yang berbahasa Inggris? Insya Allah lebih.

Ada 2 milyar lebih pengguna internet di mana paling tidak separuhnya bisa berbahasa Inggris. Jadi ada potensi dakwah Islam yang besar di sini.

Mayoritas orang-orang Barat masih kafir dan memusuhi Islam. Sebagian akibat ketidak-tahuan/kejahilan mereka. Banyak informasi Islam yang mereka dapat, tapi informasi yang sesat dari pendeta dan orang-orang yang memusuhi Islam. Sehingga sebagian besar dari mereka memandang Islam itu teroris, bodoh, penyembah batu, penyembah bulan, dan sebagainya.

Kewajiban bagi kita sebagai Muslim adalah memberikan dakwah Islam kepada mereka agar mereka tahu apa Islam yang sebenarnya. Bahkan dakwah ini bukan hanya berguna kepada Non Muslim. Tapi juga menjaga agar ummat Islam tidak tersesat dengan memberi mereka fondasi ilmu tentang keimanan agar iman mereka mantap. Contohnya satu komentar di bawah:

Astaghfirullah, aku sempat beniat untuk pindah agama .
Ya Allah ampuni aku .
Setelah membaca ini semua aku sadar bahwa tiada Tuhan selain Engkau .
Ampuni akuuu :(

Dia tidak jadi murtad setelah membaca tulisan ini:

http://media-islam.or.id/2008/03/17/perbandingan-agama-yahudi-kristen-dan-islam/

Lihat bagaimana wanita-wanita di Eropa masuk Islam:

http://www.csmonitor.com/2005/1227/p01s04-woeu.html

Mereka yang belum masuk Islam perlu dakwah Islam dari kita.

Saya sudah membuat website dakwah tentang Islam dalam bahasa Inggris:

http://islammyreligion.wordpress.com

Di situ ditulis tentang hal-hal yang fundamental/aqidah tentang Islam seperti “Bukti Tuhan itu Ada” (Proof of the Existence of God) , “Siapa Tuhan Kita?” (Allah is the Real God), “Tuhan itu Satu” (The Oneness of God), “Mukjizat Al Qur’an” (The Miracles of Al Qur’an), “Perbandingan Agama” (Comparison of Christianity and Islam), “Apakah Islam Agama Paling Keras di Dunia?” (Is Islam the Most Violent Religion?), dan banyak lagi tulisan yang lainnya.

Sayangnya, website tersebut memakai blog gratisan wordpress.com. Sehingga mengurangi pamor dari situs tersebut dan juga memiliki banyak keterbatasan lain dibanding jika kita punya website dengan domain tersendiri.

Jadi saya mengusulkan untuk membangun satu Website Dakwah Islam yang berbahasa Inggris. Secara matematis jika dengan 39,6 juta pengguna internet di Indonesia website Media-Islam.or.id sudah mendapat kunjungan 2,6 juta lebih, mudah-mudahan website ini yang menjangkau 1 milyar pengguna internet berbahasa Inggris dapat kunjungan 50 juta kali. Amiiin.

Rencananya website ini bertahan paling tidak selama 40 tahun. Minimal kita harus sewa domain selama 10 tahun dan juga hosting. Jika seumur hidup lebih baik. Jadi butuh donatur untuk itu.

Insya Allah karena isi website (selama dari tulisan saya) bebas dikopi dan disebarluaskan, bisa lebih luas dan lama jangkauannya. Sebagai contoh saya coba cari di google.co.id dengan key word: “bukti tuhan itu ada” “Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama” didapat 4.550 hasil. Artinya ada penggandaan sekitar 4.500 kali. Jadi seandainya tiap laman dibaca 1.000 x saja, maka total tulisan tersebut dibaca 4.500.000 kali. Sebagai informasi, tulisan “Bukti Tuhan itu Ada” di situs Media-Islam.or.id saja sudah dibaca 32.708 kali hingga saat ini.

Selain tulisan dan foto, website ini juga akan dilengkapi dengan berbagai video tentang Islam seperti:

http://islammyreligion.wordpress.com/2011/07/22/film-about-prophet-muhammad-and-islam-the-message/

Bagi yang ingin menyumbang, silahkan kontak redaksi@media-islam.or.id. Infakkan harta anda untuk jihad dan dakwah di jalan Allah. Insya Allah ini nantinya jadi ilmu yang bermanfaat yang pahalanya akan tetap kita nikmati meski kita sudah meninggal dunia selama ilmu yang ada di website tsb dibaca dan diamalkan oleh para pembacanya. Amiin…

Berikan sumbangan seikhlas anda meski kecil. Setengah Dirham juga OK. Untuk sumbangan sebesar 2 Dinar (Rp 3,7 juta) ke atas, anda bisa meminta dibuatkan website setara www.media-islam.or.id baik untuk keperluan pribadi/bisnis yang sesuai dengan syari’ah. Ada pun untuk sumbangan sebesar 1 Dinar ke atas, anda bisa memasang iklan di www.media-islam.or.id  bisnis yang sesuai dengan syari’ah. Dengan itu, diharap ada timbal balik sedikit.

Anda bisa transfer infaq untuk dakwah via internet ini ke:

Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n Agus Nizami

atau rekening PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg

Setelah transfer, mohon konfirmasi ke redaksi@media-islam.or.id:

Nama:

Nama di pengumuman:

Besar sumbangan:

Jika ditanya berapa biayanya, jawabnya relatif. Untuk sewa domain dan hosting selama 10 tahun, sekitar Rp 2 juta. Web Development variatif. Rata-rata Rp 3 juta. Untuk akses broadband internet selama 10 tahun (ini untuk memelihara website), sekitar Rp 25 juta. (Jika mau) menggaji tenaga pemelihara websitenya dengan gaji UMR (Rp 1,3 juta/bulan) itu Rp 156 jta. Kalau mau lebih tinggi dari UMR jadi lebih besar…:) Kalau mau 20 tahun, sekitar Rp 372 juta. Tapi kalau kita memaksa harus sebesar itu, Syiar Islam tidak akan jalan. Jadi meski dana yang didapat kurang dari itu (misalnya cuma 1%), harus tetap jalan. Insya Allah, Allah akan menolong.

Mudah-mudahan website dakwah Islam berbahasa Inggris tersebut bisa jadi amal kita semua. Insya Allah, Allah yang akan mengganjar balasannya. Amiin…

“Allah  Ta’ala berfirman, ”Adapun orang yang memberikan hartanya  di  jalan Allah dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik  syurga  maka  Kami  kelak  akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “. [Al Lail  5-8]

http://media-islam.or.id/2010/04/27/sedekah-di-jalan-allah/

http://media-islam.or.id/2011/07/21/proposal-website-dakwah-islam-dalam-bahasa-inggris/

Mohon sebarkan ke yang lain.

 

Bintang Hollywood dan Selebriti Dunia yang Beragama Islam


 

Muhammad Ali

Muhammad Ali (lahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Jr. pada (lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, 17 Januari 1942; umur 69 tahun) adalah pensiunan petinju Amerika Serikat. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi “Sportsman of the Century” oleh Sports Illustrated.Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat.

Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.

 

Dengan julukan “The Greatest” (Yang Terbesar – Meski Ali kemudian menyadari Allah-lah yang terbesar), Ali terlibat dalam beberapa pertarungan tinju bersejarah. Di antaranya dengan Joe Frazier dan George Foreman yang dikalahkannya dengan KO untuk memenangkan juara tinju dunia untuk kedua kali.

Ali hanya mengalami 5 kekalahan (4 kalah angka dan 1 TKO) dan tanpa seri. Ali menang 56x (37 KO dan 19 Menang Angka).
Ali terkenal dengan gaya bertinjunya yang lain dari yang lain. Dia menggambarkan “Menari bak kupu-kupi dan menyengat bagaikan lebah” dan menggunakan teknik “the rope-a-dope.”

The video of Muhammad Ali and Wil Smith

1967 – 1970 Ali diskors oleh Komisi Tinju karena menolak program wajib militer pemerintah Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Ungkapannya yang terkenal dalam menolak wamil ini, “Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger!”

Pernyataan Ali tentang perang Vietnam

“ I ain’t got no quarrel with the Vietcong. No Vietcong ever called me Nigger. ”

Saya tidak punya masalah dengan orang Vietnam. Tidak ada orang Vietnam yang pernah menyebut saya Negro”.

“ No, I am not going 10,000 miles to help murder kill and burn other people to simply help continue the domination of white slavemasters over dark people the world over. This is the day and age when such evil injustice must come to an end. ”

Saya tidak akan pergi 10 ribu mil untuk menolong pembantaian dan pembakaran terhadap manusia dan melanjutkan dominasi majikan kulit putih yang memperbudak manusia berkulit berwarna di seluruh dunia. Ini adalah hari dan era di mana ketidak-adilan yang biadab berakhir.

“ Why should they ask me to put on a uniform and go ten thousand miles from home and drop bombs and bullets on brown people in Vietnam while so-called Negro people in Louisville are treated like dogs and denied simple human rights?

http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Ali

wikimedia.org

Malcolm X

Malcolm X (lahir 19 Mei 1925 – meninggal 21 Februari 1965 pada umur 39 tahun) adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Saya tahu masyarakat seringkali membunuh orang-orang yang berusaha mengubah mereka menjadi lebih baik. Jika saya mati dengan membawa cahaya bagi mereka dengan membawa kebenaran hakiki yang akan menghancurkan kanker rasisme yang menggerogoti tubuh Amerika Serikat (AS) semua itu terserah kepada Allah SWT. Sementara itu kesalahan atau kekhilafan dalam upaya saya itu semata-mata adalah dari saya sendiri“. Demikianlah pesan terakhirnya dalam buku “Malcolm X”, Sebuah Otobiografi yang ditulis oleh Alex Harley.

http://id.wikipedia.org/wiki/Malcolm_X

Yusuf Islam / Cat Stevens
Website http://www.yusufislam.org.uk

Cat Stevens (lahir dengan nama Stephen Demetre Georgiou, lahir di London, Inggris, 21 Juli1948; umur 62 tahun, dan sekarang bernama Yusuf Islam) adalah seorang penulis lagu dan pemusik yang berasal Britania Raya.

Pada awal karier musiknya, Georgiou mengambil nama Cat Stevens. Sebagai Cat Stevens, ia berhasil menjual 40 juta album, kebanyakan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Lagu-lagunya yang paling populer termasuk “Morning Has Broken”, “Peace Train”, “Moonshadow”, “Wild World”, “Father and Son”, “Matthew and Son”, dan “Oh Very Young”.

Stevens menjadi seorang mualaf dan memeluk agama Islam pada tahun 1978 setelah mengalami near-death experience. Ia lalu mengambil nama Yusuf Islam dan menjadi seorang pendakwah vokal agamanya yang baru.

Yusuf Islam sekarang tinggal di London bersama istri dan lima anaknya di mana ia seorang anggota jamaah yang aktif. Ia mendirikan yayasan kemanusiaan Small Kindness yang mulanya menolong korban kelaparan di Afrika dan sekarang membantu ribuan anak yatim dan keluarga di Balkan, Indonesia, dan Irak.

http://id.wikipedia.org/wiki/Yusuf_Islam

Jermaine La Jaune Jackson

Jermain Jackson yang dilahirkan 11 Desember 1954 adalah kakak dari Michael Jackson. Lagunya yang terkenal adalah “When the Rain Begins to Fall” bersama Pia Zadora dan “Knife”

born December 11, 1954 is an American singer, bassist, composer, a member of The Jackson 5, older brother of American pop stars Michael Jackson and Janet Jackson and occasional film director. He also produced and recorded several duets with the legendary diva Whitney Houston in her early years as a recording artist.
A duet with his brother Michael, “Tell Me I’m Not Dreamin’ (Too Good to Be True)”, hit #1 on the dance chart in 1984. He and Michael also collaborated with Rockwell, both providing guest vocals on his 1984 hit single, “Somebody’s Watching Me”. In 1985, his duet with Pia Zadora, When the Rain Begins to Fall, topped several singles charts in Europe. His final chart success, 1989′s “Don’t Take It Personal”, hit #1 on the Billboard R&B singles chart. Some of Jermaine’s finest moments as a singer can be heard in the soulful “Castle of Sand” and the Earth Wind & Fire inspired “You Need To Be Loved”.

http://en.wikipedia.org/wiki/Jermaine_Jackson

Kareem Abdul-Jabbar

Kareem Abdul-Jabbar (lahir di New York City, New York, 16 April

1947; umur 64 tahun dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor, Jr. ) adalah seorang mantan pemain bola basket dari Amerika Serikat.

Ia bermain untuk tim UCLA, kemudian secara profesional untuk Milwaukee Bucks dan Los Angeles Lakers. Rekor pencetak angka tertinggi sepanjang masa dengan 38.387 saat ini masih dipegang olehnya.

Abdul Jabbar memenangkan kejuaraan NBA 6x dan 6x memenangkan MVP awards.

Setelah pensiun bermain ia juga menjadi bintang film, di antaranya dalam film Game of Death bersama Bruce Lee dan film komedi Airplane!.

Tinggi: 7 kaki 2 inci (2,18 m)

http://en.wikipedia.org/wiki/Kareem_Abdul-Jabbar

http://id.wikipedia.org/wiki/Kareem_Abdul-Jabbar

Zinedine Yazid Zidane

Zinedine Yazid Zidane (Zainuddin Zidan) lahir 23 Juni 1972; umur 39 tahun) yang terkenal dan populer dengan panggilan Zizou adalah seorang pesepak bola Perancis keturunan Aljazair. Posisinya adalahgelandang menyerang. Memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat di transfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-02 dengan nilai 46 juta poundsterling.

Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara duniaPiala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or di tahun 1998.

http://id.wikipedia.org/wiki/Zin%C3%A9dine_Zidane

David Khari Webber “Dave” Chappelle

lahir 24 Agustus 1973) adalah pelawak AS, penulis cerita, produser TV

/Film dan aktor. Chappelle mulai bermain di film Robin Hood: Men in Tights di tahun 1993 dan kemudian memainkan peran kecil di film The Nutty Professor, Con Air, dan Blue Streak.

Peran utama pertamanya di film Half Baked di tahun 1998. Tahun 2003 dia mulai dikenal karena film seri komedi di TV: Chappelle’s Show yang ditayangkan hingga 2006. Comedy Central menempatkanna di urutan 43 dari 100 komedian terbaik.

Chappelle adalah seorang Muslim. Dia masuk Islam tahun 1998. Dia berkata kepada Majalah Time di wawancara bulan Mei 2005, “Saya tidak mengumumkan agama saya karena saya tidak mau orang mengira agama Islam itu jelek karena kekurangan dan kesalahan saya. Dan saya percaya akan sangat indah jika anda mempelajari Islam dengan jalan yang benar.”

http://en.wikipedia.org/wiki/Dave_Chappelle

Stevie B

Steven Bernard Hill adalah penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Amerika yang sangat dipengaruhi oleh gaya Amerika Latin yang bebas dan berenergi tinggi, terutama dari adegan tari Musik Miami di akhir 1980-an. Dikenal sebagai “the King of Freestyle”, Stevie B dikenal karena lagu hitsnya di tahun 1990 menjadi number-one hit “Because I Love You (The Postman Song).”

 

 

Jihad Menurut Islam


 

Sering ada bom bunuh diri yang dilakukan segelintir orang, akhirnya cuma untuk memperburuk nama Islam. Kebanyakan korban jiwa paling cuma si pembom bunuh diri. Sementara yang lain paling banter hanya luka-luka seperti kasus Bom Solo atau Cirebon baru-baru ini. Adakah bom bunuh diri itu sesuai ajaran Islam? Tidak. Akan kita pelajari apa itu jihad menurut Islam.

Jihad artinya perjuangan yang sungguh-sungguh di jalan Allah dengan seluruh kemampuan baik dengan harta, jiwa, lisan, mau pun yang lainnya. Jihad terutama ditujukan untuk membela kaum yang tertindas:

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” [An Nisaa’ 75]

 

Jihad merupakan satu kewajiban penting dalam Islam:

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” Muttafaq Alaihi.

Dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: “Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu.” Riwayat Ahmad dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Mari kita lihat pendapat para Imam Madzhab tentang Jihad:


Madzhab Hanafi

Menurut mazhab Hanafi, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Badaa’i’ as-Shanaa’i’, “Secara literal, jihad adalah ungkapan tentang pengerahan seluruh kemampuan… sedangkan menurut pengertian syariat, jihad bermakna pengerahan seluruh kemampuan dan tenaga dalam berperang di jalan Allah, baik dengan jiwa, harta, lisan ataupun yang lain (Al-Kasaani, Op. Cit., juz VII, hal. 97.)

Madzhab Maliki

Adapun definisi jihad menurut mazhab Maaliki, seperti yang termaktub di dalam kitab Munah al-Jaliil, adalah perangnya seorang Muslim melawan orang Kafir yang tidak mempunyai perjanjian, dalam rangka menjunjung tinggi kalimat Allah Swt. atau kehadirannya di sana (yaitu berperang), atau dia memasuki wilayahnya (yaitu, tanah kaum Kafir) untuk berperang. Demikian yang dikatakan oleh Ibn ‘Arafah (uhammad ‘Ilyasy, Munah al-Jaliil, Muhktashar Sayyidi Khaliil, juz III, hal. 135.)

Madzhab as Syaafi’i

Madzhab as-Syaafi’i, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab al-Iqnaa’, mendefinisikan jihad dengan “berperang di jalan Allah”.(Al-Khathiib, Haasyiyah al-Bujayrimi ‘alaa Syarh al-Khathiib, juz IV, hal. 225.) Al-Siraazi juga menegaskan dalam kitab al-Muhadzdzab; sesungguhnya jihad itu adalah perang.

Madzhab Hanbali

Sedangkan madzhab Hanbali, seperti yang dituturkan di dalam kitab al-Mughniy, karya Ibn Qudaamah, menyatakan, bahwa jihad yang dibahas dalam kitaab al-Jihaad tidak memiliki makna lain selain yang berhubungan dengan peperangan, atau berperang melawan kaum Kafir, baik fardlu kifayah maupun fardlu ain, ataupun dalam bentuk sikap berjaga-jaga kaum Mukmin terhadap musuh, menjaga perbatasan dan celah-celah wilayah Islam.

Dalam masalah ini, Ibnu Qudamah berkata: Ribaath (menjaga perbatasan) merupakan pangkal dan cabang jihad. (Ibn Qudaamah, al-Mughniy, juz X, hal. 375.) Beliau juga mengatakan: Jika musuh datang, maka jihad menjadi fardlu ‘ain bagi mereka… jika hal ini memang benar-benar telah ditetapkan, maka mereka tidak boleh meninggalkan (wilayah mereka) kecuali atas seizin pemimpin (mereka). Sebab, urusan peperangan telah diserahkan kepadanya.(Ibid, juz X, hal. 30-38.)

Meski demikian, jika kita pelajari sejarah Islam, maka kita akan tahu bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kita membunuh orang-orang kafir selain di medan perang.

Saat pertama Islam datang, ummat Islam ditindas begitu hebat. Sebagai contoh, Bilal dijemur di padang pasir yang panas dengan perut ditindih dengan batu yang besar. Namun ummat Islam saat itu dilarang untuk melawan orang-orang kafir.

Ketika penindasan begitu hebat bahkan Nabi Muhammad akan dibunuh, ummat Islam tidak berperang melawan orang-orang kafir. Namun memilih untuk menghindar dan hijrah ke kota Yatsrib (Madinah yang jaraknya sekitar 500 km dari Mekkah. Mereka tinggalkan seluruh harta bendanya di Mekkah.

Nabi Muhammad bukanlah orang yang gemar membuat permusuhan atau peperangan hanya karena perbedaan agama atau keyakinan. Terhadap kaum Yahudi di Yatsrib, Nabi Muhammad mengadakan perjanjian damai yang dinamakan Piagam Madinah untuk saling melindungi dan berdamai.

“Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. ” [An Nisaa’ 90]

Terhadap kaum kafir Mekkah pun Nabi sempat membuat perjanjian damai di Hudaibiyyah yang sayangnya dilanggar oleh orang-orang kafir tersebut.

Jika musuh ingin berdamai, hendaknya kita juga berdamai.

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ” [Al Anfaal 61]

Jihad

Jihad

Meski sudah mengungsi ke Madinah, kaum kafir berulang-kali menyerang ummat Islam pada Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Ummat Islam hanya bertahan membela diri saat mereka diserang di sekitar kota Madinah. Begitu musuh kalah dan mundur, ummat Islam membiarkan mereka mundur dengan damai. Sementara tawanan yang ada diperlakukan dengan baik dan dibebaskan setelah mendapat tebusan baik dengan uang, atau pun sekadar mengajar ummat Islam untuk membaca.

Tak pernah ummat Islam membuat ketakutan dengan membunuh orang-orang tak berdosa di kota Mekkah atau di negara-negara orang kafir tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh segelintir pembom bunuh diri.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah bersabda: Permudahlah dan jangan mempersulit dan jadikan suasana yang tenteram jangan menakut-nakuti. (Shahih Muslim No.3264)

Nabi melarang kita menakut-nakuti atau menteror manusia sehingga mereka bukannya cinta, tapi malah takut terhadap Islam. Kesannya Islam jadi malah menyeramkan.

Nabi melarang kita membunuh wanita dan anak-anak:

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa seorang wanita didapati terbunuh dalam suatu peperangan yang diikuti Rasulullah saw. lalu beliau mengecam pembunuhan kaum wanita dan anak-anak kecil. (Shahih Muslim No.3279)

Jihad yang dilakukan menurut Islam hanyalah mempersiapkan seluruh kekuatan baik harta, jiwa, senjata, lisan, dan sebagainya untuk berjuang di jalan Allah agar musuh tak bisa semena-mena membantai ummat Islam. Bukan untuk membunuh secara sadis orang-orang kafir karena dalam Islam diajarkan “Laa ikrohaa fid diin”. Tak ada paksaan dalam agama!

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 256]

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” [Al Hajj 40]

Jadi jika ada orang yang dengan sengaja membom gereja, sinagog, masjid (baik Sunni atau Syi’ah) niscaya mereka tidak beriman dan mengamalkan firman Allah di atas.

Bayangkan jika semua kaum saling balas menghancurkan rumah-rumah ibadah kaum lainnya, bagaimana kita semua bisa beribadah dengan tenang?

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ” [Al Anfaal 60]

Ummat Islam diperintahkan Allah untuk mempersiapkan senjata semaksimal mungkin:

http://media-islam.or.id/2011/07/11/siapkanlah-senjata-agar-tak-jadi-korban-pembantaian

Pesawat tempur Republik Islam Iran SaeqehPesawat tempur Republik Islam Iran Saeqeh

Untuk perjuangan di jalan Allah, Usman menginfakkan 1/3 hartanya, Umar 1/2 hartanya, sementara Abu Bakar seluruh hartanya.

Sekarang sulit terjadi. Banyak orang-orang kaya seperti pangeran-pangeran Arab justru menghabiskan hartanya untuk membeli klub sepak bola Inggris seperti Syeikh Mansour membeli Manchester City, dan Sulaiman Al Fahim mengakuisi Portsmout, kini pangeran Faisal bin Fahd bin Abdullah asal Saudi yang berniat membeli sebagian besar klub sepakbola elit Eropa, Liverpool dengan harga trilyunan rupiah:

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-penguasa-dan-pengusaha-arab-doyan-membeli-klub-sepakbola-dunia.htm

Di zaman Nabi, ummat Islam mempersenjatai diri mereka sehingga mampu mengimbangi persenjataan musuh yang menyerangnya. Musuh pakai pedang, ummat Islam juga pakai pedang. Musuh pakai panah, ummat Islam juga pakai panah (senjata jarak jauh). Bahkan saat pedang Romawi begitu kuat hingga bisa mematahkan pedang lainnya, pedang ummat Islam punya keunggulan yang tidak dimiliki pedang Romawi. Yaitu sangat ringan namun sangat tajam sehingga bisa merobek-robek kain yang dilempar ke udara! Bahkan di perang Yarmuk, pasukan Khalid bin Walid yang hanya berjumlah 24 ribu pasukan mampu mengalahkan 200 ribu pasukan Romawi karena persenjataannya dengan kavaleri kuda mengungguli pasukan Romawi yang kebanyakan hanya berjalan kaki (infantri)!

Inilah klip video yang mengilustrasikan suasana perang Yarmuk:

Jadi jihad itu tidak asal-asalan seperti bisa merakit bom dari petasan lalu langsung diledakkan di sana sini. Namun Nabi secara bertahap dan sistematis mempersiapkan pemerintahan, negara Islam, dan juga tentara serta persenjataan sehingga ummat Islam bisa menangkis serangan musuh.

Saat ummat Islam begitu kuat, untuk menghindari serangan musuh yang terjadi berulang-kali, baru usaha penaklukan kota Mekkah yang dinamakan Futuh Mekkah dilakukan. Orang-orang kafir di Mekkah begitu gentar sehingga tak berani melawan.

Namun Nabi tidak membantai mereka. Siapa yang berlindung di Masjidil Haram, dia selamat. Siapa yang berlindung di rumah Abu Sofyan, dia selamat. Siapa yang menutup pintu rumahnya, dia selamat. Boleh dikata penaklukkan kota Mekkah itu nyaris tanpa korban jiwa.

Abu Sofyan yang merupakan dedengkot perang orang-orang kafir diampuni oleh Nabi Muhammad. Demikian pula dengan Wahsyi yang membunuh paman Nabi, Sayyidina Hamzah dan Hindun yang memakan jantung paman Nabi diampuni. Padahal menurut hukum sekarang, sebagai penjahat perang, mereka pantas dihukum mati.

Jihad merupakan satu perintah Allah dalam Al Qur’an untuk menegakkan yang hak dan mengalahkan kebathilan. Untuk melindungi kaum-kaum tertindas dari orang-orang zhalim yang menindas/membantai.

Allah Ta’ala berfirman pula: “Berangkatlah engkau semua, dengan rasa ringan atau berat dan berjihadlah dengan harta-harta dan dirimu semua fisabilillah.” (at-Taubah: 41)

 Allah Ta’ala berfirman lagi: “Sesungguhnya Allah telah membeli diri dan harta orang-orang yang beriman dengan memberikan syurga untuk mereka, mereka berperang fisabilillah, sebab itu mereka dapat membunuh dan dibunuh, menurut janji yang sebenarnya dari Allah yang disebutkan dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Siapakah yang lebih dapat memenuhi janjinya daripada Allah? Oleh sebab itu, bergembiralah engkau semua dengan perjanjian yang telah engkau semua perbuat dan yang sedemikian itu adalah suatu keuntungan yang besar.” (at-Taubah: 111)

 Allah Ta’ala berfirman pula: “Tidaklah sama antara orang-orang yang duduk-duduk -di rumah yakni tidak mengikuti peperangan- dari golongan kaum mu’minin yang bukan karena keuzuran, dengan orang-orang yang berjihad fisabilillah dengan barta-harta dan dirinya. Allah melebihkan tingkatan orang-orang yang berjihad dengan harta-harta dan dirinya itu daripada orang-orang yang duduk-duduk tadi. Kepada masing-masing dari kedua golongan itu, Allah telah menjanjikan kebaikan dan Allah lebih mengutamakan orang-orang yang berjihad daripada orang-orang yang duduk-duduk dengan pahala yang besar, yaitu berupa derajat-derajat -yang tinggi, juga pengampunan dan kerahmatan daripadaNya dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (an-Nisa’: 95-96)

 Allah Ta’ala juga berfirman: “Hai sekalian orang-orang yang beriman. Sukakah kalau saya tunjukkan kepadamu semua akan sesuatu perdagangan yang dapat menyelamatkan engkau semua dari siksa yang menyakitkan? Yaitu supaya engkau semua beriman kepada Allah dan RasulNya dan pula berjihad fisabilillah dengan harta-harta dan dirimu semua. Yang sedemikian itu adalah lebih baik untukmu semua, jikalau engkau semua mengetahui. Allah juga akan mengampunkan dosa-dosamu semua serta memasukkan engkau semua dalam syurga-syurga yang mengalirlah sungai-sungai di bawahnya, demikian pula beberapa tempat tinggal yang indah di syurga ‘Adn -kesenangan yang kekal- dan yang sedemikian itu adalah suatu keuntungan yang besar. Ada pula pemberian-pemberian yang lain-lain yang engkau semua mencintainya, yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (as-Shaf: 10-13)

Dari Abu Zar r.a., katanya: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, amalan apakah yang lebih utama?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu beriman kepada Allah dan berjihad fisabilillah.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya sekali berangkat untuk berperang fisabilillah, di waktu pagi ataupun sore itu adalah lebih baik nilainya daripada dunia dan segala apa yang ada di dalamnya ini -yakni dari harta benda di dunia dan seisinya ini.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata: “Manusia manakah yang lebih utama?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu orang mu’min yang berjihad fisabilillah dengan diri dan hartanya.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapakah?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu orang mu’min yang -memencilkan dirinya- dalam suatu jalanan di gunung – maksudnya suatu tempat diantara dua gunung yang dapat digunakan sebagai kediaman -dari beberapa tempat di gunung-, untuk menyembah kepada Allah dan meninggalkan para manusia dari kejelekannya diri sendiri.” -Jadi mengasingkan diri dari orang banyak sehingga tidak akan sampailah kejelekannya diri sendiri itu kepada orang-orang banyak tadi-. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Sahl bin Sa’ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bertahan -yakni tetap berdiam di dalam posnya bagi tentara- selama sehari fisabilillah adalah lebih baik daripada dunia dan segala sesuatu yang ada di atasnya. Tempat cemeti seorang diantara engkau semua dari syurga itu lebih baik daripada dunia dan segala sesuatu yang ada di atasnya. Juga sekali berangkat yang dilakukan oleh seorang hamba untuk berperang fisabilillah, baik di waktu pagi ataupun sore, adalah lebih baik daripada dunia dan segala sesuatu yang ada di atasnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam Islam, wanita boleh ikut berperang untuk memberi minum dan mengobati prajurit yang terluka. Jadi wanita macam Florence Night Angel sudah ada di zaman Islam!

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah berperang bersama Ummu Sulaim serta beberapa orang kaum wanita Ansar. Ketika beliau sedang bertempur, mereka membantu memberi minum serta mengobati para prajurit yang terluka. (Shahih Muslim No.3375)

Mengenai bom bunuh diri, ini adalah hal yang syubhat. Sebagian ulama membolehkannya dan memberi nama bom istisyhad, sedang ulama lain mengharamkannya karena bunuh diri adalah dosa:

Jabir Ibnu Samurah ra berkata: pernah dibawa kepada Nabi SAW seorang laki-laki yang mati bunuh diri dengan tombak,  lalu beliau tidak menyolatkannya. Riwayat Muslim.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya. (Shahih Muslim No.158)

Jadi orang yang bunuh diri dengan bom, akan disiksa dengan bom di neraka selama-lamanya. Tentu siksanya jauh lebih dahsyat!

Hadis riwayat Tsabit bin Dhahhak ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka ia seperti apa yang ia ucapkan. Barang siapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu itu pada hari kiamat. Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak ia miliki. (Shahih Muslim No.159)

Lihat hadits di bawah bagaimana seorang yang berperang di jalan Allah dengan semangat sehingga orang-orang mengira dia adalah ahli surga. Namun karena tak tahan sakit dia bunuh diri dengan senjatanya sendiri agar mati dan akhirnya menurut Allah masuk neraka. Nah apa bedanya para pembom bunuh diri dengan orang tersebut? Meski ceritanya berperang melawan musuh, namun dia membunuh dirinya karena takut disiksa atau dibunuh musuh. Bukankah dia bisa mencari senjata yang bisa membunuh musuh tanpa harus membunuh dirinya sendiri seperti dengan pedang, panah, pistol, senapan, rudal, dan sebagainya?

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku ikut Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Kepada seseorang yang diakui keIslamannya beliau bersabda: Orang ini termasuk ahli neraka. Ketika kami telah memasuki peperangan, orang tersebut berperang dengan garang dan penuh semangat, kemudian ia terluka. Ada yang melapor kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, orang yang baru saja engkau katakan sebagai ahli neraka, ternyata pada hari ini berperang dengan garang dan sudah meninggal dunia. Nabi saw. bersabda: Ia pergi ke neraka. Sebagian kaum muslimin merasa ragu. Pada saat itulah datang seseorang melapor bahwa ia tidak mati, tetapi mengalami luka parah. Pada malam harinya, orang itu tidak tahan menahan sakit lukanya, maka ia bunuh diri. Hal itu dikabarkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda: Allah Maha besar, aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk memanggil para sahabat: Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali jiwa yang pasrah. Dan sesungguhnya Allah mengukuhkan agama ini dengan orang yang jahat. (Shahih Muslim No.162)

Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan dukungan pasukan masing-masing. Seseorang di antara sahabat Rasulullah saw. tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi ia mengejarnya dan membunuhnya dengan pedang. Para sahabat berkata: Pada hari ini, tidak seorang pun di antara kita yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah, si fulan itu termasuk ahli neraka. Salah seorang sahabat berkata: Aku akan selalu mengikutinya. Lalu orang itu keluar bersama orang yang disebut Rasulullah saw. sebagai ahli neraka. Kemana pun ia pergi, orang itu selalu menyertainya. Kemudian ia terluka parah dan ingin mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, lalu badannya ditekan pada pedang hingga meninggal. Orang yang selalu mengikuti datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah. Rasulullah saw. bertanya: Ada apa ini? Orang itu menjawab: Orang yang engkau sebut sebagai ahli neraka, orang-orang menganggap besar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri untuk mengikutinya, lalu aku mencarinya dan aku dapati ia terluka parah, ia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, kemudian ia menekan badannya hingga meninggal. Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal sebenarnya ia ahli neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal ia termasuk ahli surga. (Shahih Muslim No.163)

Hadis riwayat Jundab ra., ia berkata:
Rasulullah bersabda: Ada seorang lelaki yang hidup sebelum kalian, keluar bisul pada tubuhnya. Ketika bisul itu membuatnya sakit, ia mencabut anak panah dari tempatnya, lalu membedah bisul itu. Akibatnya, darah tidak berhenti mengalir sampai orang itu meninggal. Tuhan kalian berfirman: Aku haramkan surga atasnya. (Shahih Muslim No.164)

Jadi seorang Mujahid sejati menurut Islam akan berperang membunuh musuh tanpa rasa takut sedikit pun. Dia tidak akan membunuh dirinya sendiri dengan senjata karena takut ditangkap atau disiksa oleh musuh!

Itulah Jihad menurut sunnah Nabi.

Dengan akhlak seperti itu, bahkan kerajaan Romawi dan Persia pun takluk di tangan Islam. Itu bukan dari pembantaian. Tapi dari akhlak Islam yang indah dan Rahmatan lil ‘Alamin. Rahmat Semesta Alam. Negara-negara jajahan Romawi dan Persia lebih senang berada di bawah Negara Islam karena jizyah (Pajak) yang mereka bayar ke pemerintah Islam jauh lebih kecil daripada pajak mencekik yang ditarik oleh Kerajaan Romawi dan Persia. Jizyah itu pun bukan pemerasan. Tapi dipakai untuk membiayai pasukan perang guna melindungi keamanan mereka dari serangan musuh.

 

Video

Video Pidato Bung Tomo di Hari Pahlawan


Inilah Video Pidato Bung Tomo di Hari Pahlawan,

Pidato Bung Tomo yang menyeru rakyat melawan penjajah Inggris.
Dimulai dgn Bismillah dan keyakinan Allah berada di pihak yang benar dan pekik Allahu Akbar! Merdeka atau Mati!

20 ribu pejuang dan penduduk Surabaya tewas. Tak heran 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. 1500 tentara Inggris terbunuh. Ini adalah penyerangan Inggris yg biadab.

Herannya sekarang Inggris dan AS bebas menguras kekayaan alam Indonesia. Di manakah pahlawan Indonesia macam Bung Tomo dan teman2nya?
Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” [An Nisaa’ 75]

Jihad merupakan satu kewajiban penting dalam Islam:

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” Muttafaq Alaihi.

Dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: “Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu.” Riwayat Ahmad dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:

Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang terbunuh demi mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid. (Shahih Muslim No.202)

 

 

Gambar

Sistem Ekonomi Islam yang Pro Rakyat


 

 

Kemandirian Ekonomi

 

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali]dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]

 

 

Ayat Al Qur’an di atas memerintahkan ummat Islam untuk melarang orang-orang Kafir masuk kota Mekkah meski perekonomian waktu itu bergantung pada mereka. Sebagian takut miskin. Tapi Allah mengatakan jangan khawatir jadi miskin karena Allah justru akan menjadikan mereka kaya. Dan buktinya penduduk Mekkah hingga saat ini menjadi kaya, karena mereka menikmati perekonomian mereka. Tidak didominasi oleh perusahaan asing.

 

 

90% Migas Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Akibatnya 6 dari 7 perusahaan Migas Asing yang beroperasi di Indonesia (dan juga negara-negara lain) masuk dalam daftar 10 perusahaan dengan pendapatan terbesar versi majalah Forbes 500 (misalnya pendapatan Exxon tahun 2007 US$ 452 Milyar / Rp 542 Trilyun) sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Paling tidak mereka menikmati 40% hasil Migas Indonesia. Ini jika angka produksi yang mereka laporkan benar. Karena menurut Amien Rais, sulit menghitung berapa banyak gas yang dihasilkan dari bumi Indonesia jika langsung dialirkan melalui pipa ke Singapura.

 

 

Kemudian untuk Pertambangan Emas, Perak, Tembaga, dsb lebih parah lagi. Perusahaan Asing mendapat bagian terbesar (85%) sementara 240 juta rakyat Indonesia harus puas dengan bagian kecil 15%.

 

 

Padahal tambang minyak itu teknologi tua yang ratusan tahun umurnya sementara tambang emas itu ribuan tahun lalu orang sudah biasa melakukannya. Mayoritas pekerja di perusahaan-perusahaan asing tersebut juga putera Indonesia. Jadi tidak ada alasan bahwa Indonesia tidak bisa mengelola sendiri kekayaan alamnya.

 

 

Presiden Venezuela, Hugo Chavez menasionalisasi perusahaan Migas, begitu pula Arab Saudi sudah lebih dulu menasionalisasi perusahaan minyak tahun 1974 akhirnya meningkatkan pendapatan pemerintah secara besar-besaran sehingga bisa mendanai pembangunan ekonomi secara masif (MS Encarta).

 

 

“The latter development, along with SAUDI ARABIA’S 1974 TAKEOVER OF CONTROLLING INTEREST IN THE HUGE OIL COMPANY ARAMCO, GREATLY INCREASED GOVERNMENT REVENUE, THUS PROVIDING FUNDS for another massive economic development plan.” [Ensiklopedi Microsoft Encarta]

 

 

Agar Indonesia bisa maju, maka para politisi/pemimpin Indonesia apalagi yang Muslim jangan menjadi budak perusahaan asing/kafir. Mereka harusnya punya kesadaran untuk membuat Indonesia jadi bangsa yang mandiri.

 

 

Menurut PENA, dari kekayaan alam Indonesia, setiap tahun perusahaan-perusahaan asing mendapat Rp 2.000 Trilyun/tahun. Bagaimana rakyat Indonesia bisa makmur? Oleh karena itu jika perusahaan-perusahaan asing tersebut memberi Rp 10-20 trilyun kepada para comprador-nya (kaki tangannya) di Indonesia, mereka tetap jauh lebih untung.

 

 

Meski para kaki tangan tersebut beserta kroninya makmur, tapi mayoritas rakyat Indonesia jadi miskin. Padahal jika mereka berpikir jauh ke depan, mereka bisa membuat rakyat Indonesia makmur bersama mereka seperti Arab Saudi jika mengelola kekayaan alam sendiri.

 

 

Ketika saya ke Arab Saudi tahun 1983, jarang ada Sepeda Motor. Rata-rata rakyatnya punya mobil. Hebatnya lagi hampir tiap tahun mereka ganti mobil. Listrik dan Rumah Sakit gratis. Sekolah bukan hanya gratis, tapi siswanya diberi uang saku hingga ke Perguruan Tinggi. Itulah hasil yang didapatkan jika kekayaan alam bisa dinikmati 100% oleh bangsa sendiri.

 

 

Memang Arab Saudi minyaknya banyak. Tapi Indonesia bukan cuma punya Migas. Indonesia punya emas, tembaga, perak, hutan, kebun, sawah, dan laut yang luas (5 juta km2 atau lebih dari 2 x luas Arab Saudi). Jika kekayaan alam dikelola sendiri, maka Rp 2.000 trilyun/tahun bisa dinikmati Indonesia, sehingga APBN 2009 bisa mencapai 3.000 Trilyun lebih.

 

Kemandirian Nasional bisa menghemat devisa dan membuka banyak lapangan kerja. Sebagai contoh, di Indonesia pasar kendaraan bermotor terdiri dari 6,2 juta sepeda motor dan 1 juta mobil/tahun dengan nilai sekitar Rp 224 Trilyun/tahun. Indonesia bisa menghemat Rp 224 trilyun/tahun jika presiden Indonesia mendukung PT Inka yang sudah berhasil membuat kancil untuk membuat mobil Gea yang harganya hanya Rp 40 juta dengan konsumsi bensin 1:30.

 

Pasar Susu ada sekitar Rp 30 trilyun. Namun 80% lebih Indonesia impor. Pasar Kedelai sekitar Rp 12 Trilyun. Namun Indonesia impor 60%. Pemerintah bisa menyediakan modal tanah dan uang kepada para petani agar pasar susu dan kedelai bisa dipenuhi 100% dari dalam negeri.

 

Harusnya dana APBN Rp 1.000 trilyun lebih minimal 10% digunakan untuk hal yang produktif berupa pendanaan atau pembentukan BUMN baru agar kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri secara mandiri. Untuk setiap sektor, misalnya Migas paling tidak harus dibuat 3 BUMN agar mereka bisa kompetitif dan ada bahan perbandingan bagi pemerintah/wakil rakyat untuk mengevaluasi kinerja BUMN tersebut.

 

 

Pemerintah Memenuhi Kebutuhan Dasar Rakyatnya

 

Rasulullah Saw melarang orang menjual air (Mutafaq’alaih)

 

Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme memperdagangkan semua barang termasuk air yang merupakan kebutuhan vital manusia dengan harga setinggi-tingginya.

 

Contoh Neoliberalis kuno adalah Orang Yahudi yang menjual air kepada penduduk Madinah. Kalau tidak punya uang, silahkan mati kehausan. Islam tidak begitu!

 

Islam melarang jual-beli air. Jika ada yang memprosesnya dari kotor hingga bisa diminum, hanya boleh menjual sekedar mengganti ongkos produksi dan keuntungan ala kadarnya.

 

Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan rakyat seperti air, tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya kepada rakyat.

 

Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat

 

Ini diikuti oleh para Founding Fathers Negara Indonesia:

 

Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33 ayat 2

 

Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya secara gratis. Bukan menjual dengan harga ”Pasar” yang dipermainkan oleh para spekulan!

 

Oleh karena itu Privatisasi Air yang menjadikan air jadi mahal serta harga BBM yang mengikuti harga Pasar Komoditas NYMEX New York yang dimainkan oleh para Spekulan Pasar bertentangan dengan Sistem Ekonomi Islam.

 

Modal Produksi Penting Dimiliki Bersama

 

Faktor Produksi Penting seperti air, padang rumput, dan api (energi) menurut Islam adalah milik ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan untuk dimonopoli oleh orang-orang kafir harbi atau dimonopoli segelintir pengusaha.

 

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

Para pendiri bangsa Indonesia menyadari pentingnya hal itu sehingga merumuskan UUD 45 yang sejalan dengan hadits di atas:

 

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 ayat 3

 

Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal Tanah, Uang, Pertambangan. Rakyat nyaris tidak mendapat apa-apa sehingga tidak bisa berusaha.

 

69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha atau satu pengusaha rata-rata 106 ribu hektar sementara mayoritas petani lahannya menurut Bank Dunia kurang dari 0,4 hektar! Bahkan banyak petani yang tidak punya lahan sehingga hanya jadi buruh tani dengan penghasilan kurang dari Rp 300 ribu/bulan!

 

Ada ketidak adilan. Segelintir orang dapat lebih dari 100 ribu hektar per orang, sementara banyak buruh tani tidak punya tanah sama sekali. Dalam Islam, lahan tersebut milik bersama. Harus dibagi secara adil. Perlu Reformasi Tanah / Agraria agar semua pihak bisa mendapat tanah negara secara adil sehingga semua bisa berusaha/bekerja.

 

Dari Said bin Zaid bin Amru bin Nufail ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3020)

 

Pendapatan Daerah untuk Pembangunan Daerah

Banyak propinsi/daerah yang kaya Sumber Daya Alam, tapi ternyata kabupaten dengan penduduk termiskin juga ada di propinsi itu. Ini karena sebagian besar pendapatan daerah (berupa migas, emas, perak, dsb) disedot ke Pusat hingga 90% lebih. Akibatnya penduduk daerah tersebut jadi miskin. Contohnya adalah di Aceh, Riau, Papua, dan sebagainya. Tak heran jika akhirnya ada aksi Separatisme karena kekecewaan penduduk daerah.

 

Dalam Islam, pungutan untuk biaya keamanan dan pemerintahan tak lebih dari 20%. Sebagian besar (80%) tetap dimiliki daerah sehingga daerah jadi berkembang. Kenapa wilayah-wilayah jajahan Romawi dan Persia begitu mudah “jatuh” ke tangan Islam? Karena pemimpin dan penduduk wilayah jajahan tersebut lebih senang dengan pemerintah Islam yang mengenakan jizyah (pajak) yang jauh lebih kecil daripada yang dikenakan Kerajaan Romawi/Persia (Ensiklopedi MS Encarta).

 

Karena 80-90% uang beredar di Jakarta, maka terjadi urbanisasi. Banyak penduduk dari seluruh Indonesia yang pindah ke Jakarta dan sekitarnya untuk mencari makan karena di daerah susah. Penduduk Jabodetabek pun “meledak” hingga 30 juta orang di area hanya 2000 km2. Kemacetan, polusi, dan kriminalitas pun jadi menu sehari-hari.

 

Mata Uang Emas yang Stabil

 

Krisis Ekonomi di Indonesia sering disebabkan karena melemahnya nilai uang kertas Rupiah. Bahan kertas serta biaya cetak uang kertas rupiah paling hanya Rp 30 per lembar. Nyaris tidak ada harganya. Namun oleh pemerintah kemudian dihargai dengan nilai Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan sebagainya tanpa adanya jaminan sama sekali.

 

Nilai Rupiah, sebagaimana halnya nilai uang kertas lainnya seperti Dollar ditentukan oleh para Pelaku Pasar Uang yang memang memainkan uang sebagai alat spekulasi dengan nilai sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun hanya di Indonesia. Tak heran jika pada tahun 1998 nilai Rupiah masih Rp 2.400/1 US$, beberapa bulan setelah Krisis Moneter nilainya hancur jadi Rp 16.700/1 US$. Setelah itu baru naik lagi ke Rp 7.000/1 US$ di zaman Habibie. Kemudian di zaman Mega dan Gus Dur jadi Rp 8.000. Lalu di zaman SBY anjlok jadi Rp 12.000/1 US$.

 

Jika dirunut lebih jauh, pada tahun 1946, 1 US$ = Rp 1,88. Namun tahun 2009, 1 US$ = Rp 12.000. Nilai Rupiah turun lebih dari 6.000 x terhadap Dollar. Pada tahun 1970 Ongkos Naik Haji (ONH) hanya Rp 182.000. Tahun 2009 jadi US$ 3.400 atau Rp 40,8 juta. Pada tahun 1970 mungkin orang bangga punya gaji Rp 182.000 per bulan karena dia bisa naik haji dan beli rumah tiap tahun. Tapi sekarang, pembantu pun tidak ada yang mau digaji segitu. Itulah nilai mata uang kertas Rupiah yang hancur terus-menerus meski berganti presiden dan menteri keuangan. Rakyat Indonesia akan terus termiskinkan jika upahnya yang memakai rupiah, nilainya terus merosot drastis.

 

Sebaliknya Dinar Emas (4,25 gram emas 22 karat) yang biasa dipakai di zaman Nabi menurut Buku Sahih Bukhari bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. 1.400 tahun kemudian, ternyata dengan 1 Dinar Emas (sekarang sekitar Rp 1,5 juta) kita juga bisa membeli 1-2 ekor kambing. Tidak ada penurunan nilai Mata Uang Emas terhadap barang lainnya.

 

Begitu pula stablitas nilai uang Dirham Perak digambarkan Allah dalam surat Al Kahfi ayat 19: “..Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu…” Kejadian pada surat Al Kahfi itu sekitar 3.000 tahun lalu di mana sekitar 5 orang penghuni gua menyuruh temannya membawa beberapa uang perak/Dirham untuk membeli makanan. Ternyata dengan 3 Dirham (Nilainya sekarang sekitar Rp 100 ribu) kita juga bisa membeli makanan untuk 5 orang.

 

Islam juga memakai 85 gram emas sebagai nisab wajib zakat sehingga nilainya tetap relevan sepanjang zaman. Bayangkan jika kita pakai rupiah sebagai nisab, misalnya tahun 1970 nisabnya Rp 182 ribu, sekarang orang yang gajinya sebesar itu justru adalah orang yang paling miskin yang harus dizakati.

 

Di Ensiklopedi MS Encarta disebutkan ada 3 jenis uang: Uang Barang (Commodity Money), Uang Kredit (Credit Money), dan Uang Kertas (Fiat Money).

 

Uang Barang ini adalah uang yang nilai nominalnya sama dengan nilai bahannya. Contohnya Uang emas, perak, tembaga, dan sebagainya. Uang emas, perak, dan tembaga sudah digunakan selama ribuan tahun dari tahun 2.500 sebelum masehi di Mesopotamia. Islam memakai Uang Emas (Dinar), Perak (Dirham), dan Tembaga (Fulus) sebagai mata uang. Dalam mata uang barang ini sulit dimanipulasi karena Uangnya betul-betul memiliki nilai riel. Negara-negara Eropa dan Amerika juga pernah memakai emas dan perak sebagai mata uang hingga tahun 1933. Uang emas dan perak sudah terbukti selama 4.000 tahun sebagai mata uang yang stabil!

 

Uang Kredit adalah uang kertas yang dijamin dengan logam mulia seperti emas/perak. Contohnya hingga tahun 1971, Uang Dollar AS masih menjadi Uang Kredit karena dijamin dengan emas. Uang dollar AS bisa ditukar dengan emas dengan berat tertentu.

 

Karena dijamin emas, uang kredit ini lebih stabil. Meski demikian, bisa saja terjadi manipulasi yang akhirnya mengakibatkan krisis keuangan jika uang yang dikeluarkan ternyata tidak sesuai dengan emas yang dijaminkan. Misalnya dikeluarkan US$ 30.000.000 dengan jaminan 1.000 kg emas. Tapi ternyata uang yang dicetak adalah US$ 60.000.000. Sulit bagi kita untuk mengetahui kecurangan seperti itu. Walhasil karena jumlah uang berlebih, akan terjadi kemerosotan nilai uang. Inilah kekurangan Uang Kredit dibanding dengan Uang Komoditas.

 

Karena yang memakai Dollar AS bukan hanya warga AS, tapi seluruh penduduk dunia, akhirnya jumlah Dollar yang dipegang oleh pemerintah non AS justru 5 kali lipat lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah AS. Akhirnya AS tidak punya cukup emas untuk menjaminnya. Presiden AS, Richard Nixon akhirnya menghentikan jaminan emas pada tahun 1971 sehingga Dollar AS berubah jadi Fiat Money/Uang Fiat. Dollar AS tidak dijamin apa-apa. Nilainya ditentukan oleh pelaku Pasar Uang. Agar “stabil”, The Fed akhirnya menerbitkan semacam SBI dan memberi bunga bagi pemegang uang untuk mengontrol nilai Dollar/jumlah uang beredar.

 

Jadi penggunaan Uang Fiat itu hingga tahun 2009 ini baru berusia 38 tahun. Selama 38 tahun itu, uang lebih banyak jadi alat spekulasi ketimbang alat tukar. Karena tidak perlu jaminan apa pun, AS bebas mencetak Dollar sebanyak yang mereka mau. Sebagai contoh, tahun 2009 ini pemerintah AS mencetak US$ 1,25 Trilyun uang baru (Rp 15.000 Trilyun) atau 15 kali APBN Indonesia. Padahal untuk mendapatkan Dollar, negara-negara lain seperti Indonesia harus menjual migas, emas, tembaga, berhutang ke luar negeri, mengundang investor asing, menjual BUMN, dan sebagainya. Sementara pemerintah AS untuk mendapatkan Dollar tinggal memencet tombol printer uang Dollar. Ini adalah satu ketidak-adilan yang harus kita sadari!

 

Selama 38 tahun pemakaian Uang Fiat paling tidak menurut Stiglitz sudah ada 4 kali Krisis Keuangan yang menyengsarakan penduduk dunia. Di antaranya tahun 1970, 1989-1990, 1998, dan 2008-2009. Rakyat termiskinkan, perusahaan-perusahaan banyak yang tutup, PHK massal, dan sebagainya karena hancurnya nilai mata uang.

 

Oleh karena itu, dalam Sistem Ekonomi Islam, pemerintah harus memakai mata uang yang nilainya stabil (Uang Emas dan Uang Perak) agar pendapatan rakyat tidak digerus inflasi. Ekonomi Indonesia tidak akan jalan jika nilai mata uang Rupiah tidak stabil sehingga akhirnya barang-barang termasuk Ongkos Naik Haji dinilai dengan Dollar.

 

Indonesia bisa mengeluarkan Koin Emas Rupiah di mana 1 Rupiah emas = 1 gram emas 22 karat. Kalau pun uang kertas ada, itu harus dijamin dengan rupiah, misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rupiah Emas. Namun pemerintah harus menguasai pertambangan emas, perak, dan tembaga, sebab kalau 85% hasil tambang Indonesia dinikmati asing, Indonesia akan kekurangan emas, perak, dan tembaga untuk mendukung mata uangnya. Sejelek-jeleknya, perusahaan asing tersebut cukup dapat 10%. Toh tanpa emas Indonesia, secanggih apa pun alatnya tetap tidak akan dapat emas dan akan jadi besi tua. Jika tidak setuju, silahkan bawa alatnya keluar dari Indonesia. Indonesia bisa beli alat sendiri yang lebih baru.

 

Pengutamaan Pertanian/Pangan

 

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang menanam suatu pohon atau bertani dengan suatu macam tanaman kemudian dimakan burung, manusia atau ternak melainkan hal itu akan menjadi sedekah baginya. (Shahih Muslim No.2904)

Makanan adalah kebutuhan manusia nomor satu. Tanpa makanan, manusia akan mati kelaparan. Oleh karena itu Islam sangat mengutamakan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Meski krisis, selama makanan cukup insya Allah bangsa Indonesia akan bertahan.

 

Pasar Rakyat yang Egaliter

 

Menurut Nabi, 7 dari 8 pintu rejeki ada dalam perdagangan. Semua produksi pertanian, peternakan, pabrik, dan sebagainya harus diperdagangkan agar memberikan pemasukan bagi produsennya. Untuk itu pasar yang bisa dinikmati siapa saja termasuk oleh pedagang kecil harus tersedia.

 

Keberadaan Mal-mal yang menjangkau hingga ke daerah-daerah harus diawasi agar jangan sampai memonopoli produk dan mematikan Pasar Tradisional. Bagaimana pun Mal-mal yang ada umumnya harganya cukup tinggi dan seragam baik di kota mau pun di desa. Padahal pendapatan orang kota dengan orang desa berbeda. UMR tahun 2008 saja berbeda dari yang tinggi sekitar Rp 1 juta di Aceh hingga yang hanya Rp 400 ribuan di kota-kota kecil di Jawa.

 

Dalam Islam, orang kota tidak boleh menjual kepada orang desa. Ini untuk melindungi pedagang kecil di desa.

 

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Kami dilarang, seorang kota menjual kepada orang desa, meskipun saudaranya atau ayahnya. (Shahih Muslim No.2800)

 

Boleh dikata Mal-mal yang ada menyulitkan orang kecil untuk berdagang karena harga kiosnya sangat mahal. Sebagai contoh, di Mal di daerah Jakarta selatan, Kios dengan ukuran kurang dari 6 m2 dihargai sampai Rp 700 juta! Paling murah Rp 200 juta di ruang terbuka. Jelas tidak terjangkau oleh pedagang kecil.

 

Padahal Pasar seperti Pasar Tanah Abang sebelum “kebakaran” dan digusur jadi Mal, omsetnya mencapai Rp 15 trilyun/tahun.

 

Pada Pasar Rakyat, rakyat bisa menjual produknya dengan mudah, pedagang kecil bisa berdagang, dan para pembeli bisa membeli barang dengan harga murah.

 

Di Mal, hanya produk tertentu yang bisa dijual, hanya pedagang kaya yang bisa berdagang, dan harga barangnya cukup mahal sehingga hanya orang menengah ke atas yang bisa belanja di situ.

 

Harta Harus Beredar di Seluruh Masyarakat

 

Dalam Islam, harta tidak boleh hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Tapi juga harus mengalir ke fakir miskin dan anak yatim.

“…Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]

Uang juga tidak boleh jadi alat spekulasi di Pasar Saham dan Pasar Uang. Tapi harus mengalir sehingga bisa dipakai untuk usaha dan juga membantu orang miskin.

 

Tahun 2007 di BEI dari Rp 1.982 Trilyun transaksi saham, hanya Rp 18,87 T untuk Modal Emiten Baru dan Rp 25,5 T untuk tambahan modal Emiten lama. Artinya hanya 2,24% uang ke Sektor Riel, sementara 97,76% uang tersedot ke Spekulan Saham di Pasar Sekunder (Jual-Beli Saham antar spekulan). Spekulasi saham ini bisa mematikan sektor riel karena uang untuk modal usaha tidak ada!

Oleh karena itu, untuk pasar Saham primer berupa IPO di mana pengusaha menjual saham untuk modal usaha dibolehkan, sementara untuk Pasar Sekunder di mana saham dijual antar sesama spekulan saham harus dibatasi. Pemerintah bisa mengenakan PPN 10% untuk saham yang dijual.

 

Dalam Islam, orang berusaha itu berharap mendapat untung dari hasil usahanya (profit/deviden). Bukan dari menjual perusahaannya/saham (Capital Gain).

 

Barang Harus Beredar Lancar di Masyarakat. Bukan Ditimbun di Pasar Komoditas

 

Dari Ma’mar Ibnu Abdullah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan menimbun (barang) kecuali orang yang berdosa.” Riwayat Muslim.

 

Pada Pasar Tradisional pedagang berusaha menjual barangnya ke pembeli secepat mungkin. Barang mengalir sebagai berikut:

Produsen>Distributor>Pengecer>Pembeli (Max waktu: 6 bulan)

 

Pada Pasar Komoditas, barang berupa kontrak pembelian baru bisa dicairkan dalam waktu 72 bulan (6 Tahun). Selama itu jadi spekulasi antar Spekulan Pasar Komoditas. Alirannya sebagai berikut:

Produsen>Perantara>Bursa>Spekulan>Spekulan>Spekulan.. >Distributor>Pengecer>Pembeli (Max waktu: 72 bulan)

Contoh Pasar Komoditas: NYMEX (New York). Akibat spekulasi ini, harga minyak dunia naik dari US$ 24/barrel pada tahun 2002 menjadi US$ 147/barrel pada tahun 2008.

 

Pemerintah harus berusaha menguasai barang yang jadi hajat hidup orang banyak di dalam negeri. Untuk barang impor, harus dilakukan kontrak pembelian antar pemerintah (G to G).

 

Melarang Ekonomi Spekulatif / Judi

 

Orang menganggap jual-beli saham sebagai “High Risk High Return.” Artinya “Rugi Besar Untung Besar”. Spekulatif/Judi! Demikian pula Pasar Uang dan Pasar Komoditas.

 

Abu Hurairah Ra berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas harga, barang, waktu dan tempatnya). Riwayat Muslim.

 

Anas berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara muhaqalah (menjual biji atau tanaman dengan borongan yang masih samar ukurannya), muhadlarah (menjual buah-buahan yang belum masak yang belum tentu bisa dimakan), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli sesuatu dengan sekedar lemparan), dan muzabanah. Riwayat Bukhari.

 

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah membeli minyak di pasar dan ketika minyak itu telah menjadi hak milikku aku bertemu dengan seseorang yang akan membelinya dengan keuntungan yang baik. Ketika aku hendak mengiyakan tawaran orang tersebut, ada seseorang dari belakang yang memegang lenganku. Aku berpaling dan ternyata ia adalah Zaid Ibnu Tsabit. Lalu ia berkata: Jangan menjualnya di tempat engkau membeli, sampai engkau membawanya ke tempatmu, sebab Rasulullah SAW melarang menjual barang di tempat barang itu dibeli sampai para pedagang membawanya ke tempat mereka. Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadz menurutnya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

 

Rasulullah Saw melarang penjualan karena terpaksa (dipaksa menjual karena terdesak kebutuhan) dan melarang penjualan dengan penipuan. (HR. Mashabih Assunnah)

 

Pada tahun 2004 ada 12 perusahaan yang IPO (menerbitkan saham) di BEJ dan 14 perusahaan yang delisting (keluar/bangkrut). Pada tahun 2007 perusahaan yang IPO ada 22 dan yang Delisting 7. Rasio antara perusahaan yang IPO vs Delisting (kemungkinan besar bangkrut) mencapai>32%

 

Tahun 2009 Nasabah Sarijaya Sekuritas menderita kerugian 245 milyar karena uangnya digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas. Sementara nasabah Madoff rugi US$ 50 Milyar karena transaksi Derivatif Saham.

 

ENRON dgn aset Rp 1000 Trilyun hancur karena perkembangan modal melebihi daya serap pasar

Islam melarang spekulasi seperti itu. Dalam Islam transaksi harus jujur dan transparan. Jika ada cacat, harus diberi tahu kepada calon pembelinya. Bukan disembunyikan atau membuat isyu agar harga barangnya naik.

 

Ekonomi Bebas Riba/ Rente

Salah satu penyebab Krisis Ekonomi Indonesia adalah hutang dengan riba. Pemerintah dan Swasta berhutang sampai US$ 125 Milyar lebih (Rp 1.500 Trilyun). Cicilan hutang dan bunga sampai Rp 250 Trilyun/tahun sementara APBN 2009 hanya 1.037 Trilyun.

 

Dalam Islam, riba/bunga itu dilarang:

 

Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu; dan urusannya terserah kepada Allah. Orang yang kembali mengambil riba, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah:275]

Jabir Ra: Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: “Mereka itu sama.” Riwayat Muslim.

 

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “(Diperbolehkan menjual) emas dengan emas yang sama timbangannya dan sama sebanding, dan perak dengan perak yang sama timbangannya dan sama sebanding. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan maka itu riba.” Riwayat Muslim.

Dalam Islam, pinjaman harus diberi tanpa bunga. Jika tidak, peminjam bisa menginvestasikan uangnya dan mendapat keuntungan bersama (bagi hasil).

 

Jaminan Sosial Bagi Penduduknya

 

Di negara-negara Eropa, pajak penghasilan dilakukan secara progresif. Yang miskin tidak kena pajak. Yang menengah kena pajak. Makin kaya seseorang makin besar pula pajaknya hingga 50% lebih. Namun mereka dapat kompensasi. Di Belanda jika seseorang kena PHK, dia dapat santunan 50% dari gaji pokok. Sementara di Denmark, orang-orang tua mendapat apartemen sendiri dan santunan. Setiap 2 minggu petugas sosial datang beres-beres dan berbelanja untuk kebutuhan mereka.

Dalam Islam, negara wajib mengatur agar harta dari si kaya bisa mengalir ke orang miskin. Ingat kisah Khalifah Umar yang memanggul sendiri karung makanan kepada warganya yang kelaparan?

 

“…Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]

 

“Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” [Adz Dzaariyaat:19]

 

Saat ini sekitar separuh penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sementara 11,5 juta orang di Indonesia kelaparan. Pemerintah harus memastikan agar tidak ada orang-orang miskin di Indonesia yang kelaparan sementara segelintir lainnya jadi milyarder dengan harta trilyunan rupiahBaik dengan memberi santunan langsung mau pun memberi modal usaha/pekerjaan.

 

Gaji/Fasilitas yang Wajar dan Tidak Berlebihan

 

Salah satu pemborosan atau penyebab kehancuran ekonomi adalah gaji/fasilitas yang terlalu besar/di luar kewajaran sehingga akhirnya dana yang ada tidak mencukupi untuk kesejahteraan rakyat atau kebutuhan penting lainnya.

 

Sebagai contoh, banyak jenderal kita yang hartanya mencapai puluhan milyar rupiah dan punya banyak mobil mewah seperti Mercy bahkan mobil pengiringnya saja Nissan Terano atau Landcruiser. Namun ternyata Panser Amfibi yang dipakai tentaranya adalah Panser kuno yang berumur 60 tahun sehingga tenggelam sendiri bersama penumpangnya meski tidak ada musuh yang menyerang. Demikian pula dengan pesawat terbang yang umurnya rata-rata di atas 20 tahun sehingga sering jatuh sendiri. Jika perang melawan musuh, tentu akan dapat dikalahkan dengan mudah karena para jenderal lebih memilih Mercy yang nyaman bagi kepentingan pribadinya ketimbang pesawat tempur atau tank yang canggih.

 

Banyak pula para pejabat yang anggaran bajunya saja mencapai milyaran rupiah per tahun sehingga tiap ada acara selalu pakai baju baru sekali pakai. Padahal uang tersebut bisa dipakai untuk mencegah 11,5 juta rakyatnya yang menderita kelaparan.

 

Ada lagi Gubernur BI yang mengusulkan gajinya sampai Rp 300 juta/bulan melebihi gaji presiden yang “hanya” Rp 62 juta/bulan. Alhamdulillah DPR menolak dan hanya menyetujui Rp 163 juta/bulan! Jika eksekutif BI ada 5 orang dan Komisaris (yang gajinya biasanya separuh) ada 5 orang, maka total gaji/tahun hanya untuk 10 orang itu bisa mencapai Rp 29 milyar lebih setiap tahun! Bayangkan jika banyak pejabat di tiap propinsi/instansi ingin mendapat gaji sebesar itu, bisa-bisa uang negara habis hanya untuk gaji pejabatnya. Ternyata gaji raksasa yang hanya menarik orang yang serakah itu tak mampu untuk membuat para Gubernur BI lolos dari masalah hukum. Banyak Gubernur BI yang dipenjara karena masalah uang.

 

Banyak pula para eksekutif/komisaris perusahaan swasta yang mengumpulkan dana masyarakat seperti Bank, Asuransi, Sekuritas yang sebenarnya merampok dana masyarakat lewat gaji/bonus/deviden yang sangat besar. Mereka cukup pintar untuk melakukan “Financial Engineering” (Rekayasa Laporan Keuangan) sehinggga perusahaan seolah-olah untung dan mereka pantas menikmati gaji dan bonus besar. Kenyataannya mereka memakai uang masyarakat yang mereka himpun. Begitu krisis, pemerintah pun harus memakai uang rakyat untuk membantu perusahaan mereka. Sebagai contoh di Indonesia pada Krisis Moneter 1998 pemerintah “menalangi” Rp 600 trilyun lewat KLBI/BLBI. Pemerintah mendapat kurang dari Rp 180 trilyun dari Rp 600 trilyun yang dikeluarkan.

 

Di AS juga begitu, seorang pimpinan perusahaan Lehman Brothers yang menghimpun dana masyarakat, Richard Fuld, dari tahun 2000-2008 mendapat gaji dan bonus sampai US$ 484 uta (Rp 5,8 Trilyun). Diperkirakan dengan Direktur dan Komisaris yang harusnya jadi pengawas, mereka semua (sekitar 10 orang) mendapat sekitar Rp 29 trilyun sementara aset perusahaan yang tersisa hanya US$ 350 juta dan harus dilikuidasi karena bangkrut dengan hutang yang amat banyak

 

 

 

 

Gambar

Paham Ekonomi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam


IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan

Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000

11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan

FAO, MS Encarta 2006

Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.

“Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN.

Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran adalah contoh utama.

Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi minyak.

Harga Minyak Terus Meroket

 

Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 147/brl (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun!

Sebaliknya saat para kapitalis mengalami kesulitan, dengan berkolaborasi dengan anggota DPR dan Presiden, dikucurkanlah subsidi ribuan trilyun rupiah untuk mereka dari uang pajak rakyat.

Sebagai contoh, tahun 2008-9 U.S. Treasury dan the Federal Reserve System menalangi (bailed out) banyak Bank dan Asuransi Besar termasuk General Motors dan Chrysler. Congress (DPR) atas permintaan President George W. Bush mensahkan Program Subsidi (the Troubled Asset Relief Program or “TARP”) sebesar $700 billion (Rp 6.300 Trilyun)!.

http://en.wikipedia.org/wiki/Bailout

Di Indonesia, saat Krisis Moneter 1998 pemerintah menalangi Perbankan sekitar Rp 640 trilyun melalui KLBI dan BLBI. Ini sangat besar mengingat APBN saat itu cuma sekitar Rp 133 trilyun.  Kurang dari 1/3 dari uang rakyat yang kembali!

http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/01/18/0017.html

Hasil pelaksanaan Neoliberalisme di Indonesia

Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate). Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI. Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.670/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme.

Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun).

Barang
Harga 2005
Harga 2008
Kenaikan
Premium
1.810
6.000
231%
Beras
3.000
5.500
83%
Angkutan Umum
1.000
2.500
150%
Minyak Goreng
4.500
11.000
144%
UMR
635.000
972.000
53%

Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat = Pemiskinan Massal. Rata2 kenaikan harga barang 168% > kenaikan UMR 53%.

Kenaikan BBM 30% -> Pengangguran naik 16,92%

http://www.ppk.lipi.go.id/informasi/berita/berita_detil.asp?Vnomer=986

Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik 16% (jadi 256.431 kasus) setelah kenaikan harga BBM tahun 2005 (Kompas, 28-5-2008 ).

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/14074576/lipi.kenaikan.bbm.picu.kriminalitas

Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta. Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun). Neoliberalisme menjual produk kepada orang yang mampu membeli. Bukan yang membutuhkan.

Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah, uang, Sumber Daya Alam, dan sebagainya. Rakyat nyaris tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha/BUMN. Sementara mayoritas petani lahannya < 0,4 hektar (Bank Dunia). 90% Migas Indonesia dikuasai Perusahaan Asing. Tambang Emas dan Tembaga Papua dikuasai Freeport. Sumber daya alam dikuasai dan dinikmati MNC. Bukan oleh rakyat.

UKM hanya dapat pinjaman < Rp 7 trilyun/tahun

Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI -> Rp hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham. Untuk mendapat US$ Negara Berkembang harus usaha seperti menjual hasil tambang atau memproduksi barang. Sementara AS tinggal “Print” atau mencetak uang!

Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) < US$ 1/hari. Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya < daripada tahun 1989.

Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah

Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah

(Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft® Encarta® 2006)

Sejak 1994-1998, nilai kekayaan 200 orang terkaya di dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi > US$ 1 Trilyun. Aset 3 orang terkaya di dunia > dari GNP 48 negara terbelakang

(The United Nations Human Development Report, 1999)

Ada alternatif ekonomi yang lebih baik untuk rakyat ketimbang sistem Neoliberalisme. Sistem Ekonomi Alternatif ini memberikan keadilan dalam pembagian modal dan sumber daya alam serta harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau bagi rakyat. Sistem Ekonomi Islam, Sosialis, atau Pancasila memberi negara wewenang untuk mendistribusikan modal dan SDA. Sistem ini juga memberi negara hak untuk menguasai dan mengelola faktor produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara pada sistem Neoliberal, itu dikuasai oleh MNC yang hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan merampas modal dan SDA dari rakyat.

Yahudi Kuasai Ekonomi Indonesia?


“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah 28]

Saat itu perekonomian kota Mekkah dipegang oleh orang2 kafir. Namun Allah memerintahkan Nabi agar mengusir orang2 kafir dari Mekkah.. Ummat Islam takut bahwa perekonomian terganggu dan mereka jadi miskin. Karena itu turun ayat tsb.

Saat ekonomi dikuasai orang kafir, mereka justru memiskinkan kita. Segala kekayaan alam kita dirampas sehingga meski negeri kita kaya, tapi rakyat kita miskin. Inginkah kita terus seperti itu?

Arab Saudi, Iran, Qatar, Kuwait, Malaysia yang lebih independen dari Indonesia kenyataannya lebih makmur daripada Indonesia.

Sebetulnya dominasi Yahudi AS di Indonesia sudah sangat kental.

Cuma umat Islam saja banyak yang tidak sadar atau tidak tahu.

Dari link2 di bawah, ternyata perusahaan2 migas asing seperti Exxon Mobil, Chevron, Conoco, Amoco, BP, Arco, dsb merupakan pecahan dari Standard Oil yang dimiliki oleh Rockefeller. Rockefeller ini ditengarai sebagai Yahudi dan pemikirannya sejalan dengan Zionis. Perusahaan2 “Yahudi AS” (jika berita link di bawah benar) menguasai 90% migas di Indonesia.

 

Freeport di mana mantan Menlu AS Henry Kissinger menguras emas, perak, dan tembaga Papua mendapatkan puluhan trilyun (dan mungkin sebetulnya ratusan trilyun) per tahun dari kekayaan alam Indonesia. Hebatnya sekali, untuk mendapat 10% saham perusahaan tsb Indonesia harus bayar mahal. Padahal mereka mendapatkan tanah milyaran meter per segi berikut emas, tembaga, perak secara “Gratis” dari Indonesia.

Negara-negara lain seperti Malaysia, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, Iran, Norwegia, dsb cukup waras untuk menguasai kekayaan alam mereka lewat BUMNnya sehingga rakyat mereka makmur sejahtera.

Pimpinan pertama IMF Camille Gutt, seorang Yahudi. Begitu pula dengan pimpinan IMF sekarang (2010), Dominique Strauss-Kahn.
Pimpinan pertama Bank Dunia Eugene Meyer dan juga kebanyakan pimpinan WB serta yang sekarang (Robert P Zoellick) adalah Yahudi.
Dengan menguasai hak mencetak kertas jadi uang, mereka paksa dunia menjual BUMN2 dan kekayaan alam yang dikelola untuk mereka kuasai melalui program PRIVATISASI. Hendaknya ummat Islam serta tokoh-tokoh Islam menyadari hal ini. Jika tidak, kekayaan alam dan ekonomi ummat Islam berpindah dari ummat Islam ke tangan Zionis Yahudi.

Perusahaan rokok Phillips Morris (pemegang rokok Marlboro dan Sampoerna) juga mengeruk ratusan trilyun rupiah dari rakyat Indonesia.

Freeport Mc Moran juga ternyata satu perusahaan Yahudi yang mengeruk emas, perak, dan tembaga di Papua. Henry Kissinger, mantan Menlu AS, yang merupakan salah satu Direkturnya. Diperkirakan dari gunung Grassberg saja, Freeport bisa mendapatkan US$ 50 milyar (Rp 500 trilyun!). Perusahaan pertambangan lainnya adalah Rio Tinto, BHP Billiton, dsb.

Dari link di bawah saya lihat ummat Kristen ada yang menyadari bahwa Yahudi dengan kekuatan bisnisnya menghancurkan perusahaan2 Kristen.

Saya pelajari sekilas Presiden Bank Dunia, ternyata (apakah kebetulan?) mayoritas Yahudi semua dari Presiden pertama Eugene Meyer, hingga presiden2 terakhir seperti: Lewis T. Preston, James Wolfensohn, Paul Wolfowitz, Robert Zoellick.

Ada pun John J McCloy dan Robert McNamara meski bukan Yahudi namun sangat dekat dengan Zionis Yahudi. Bahkan McNamara-lah yang menjerumuskan AS ke dalam perang Vietnam. Beberapa dari Presiden Bank Dunia tersebut terlibat aktif di bidang politik. Paul Wolfowitz sebagai contoh adalah zionis Yahudi ekstrim yang menjerumuskan AS ke dalam perang Iraq.

http://kabarislam.wordpress.com/2010/05/11/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/

http://en.wikipedia.org/wiki/World_Bank_Group

President Bank Dunia:

* Eugene Meyer (June 1946–December 1946) – Yahudi

* John J. McCloy (March 1947–June 1949)

* Eugene R. Black, Sr. (1949–1963) – Yahudi

* George D. Woods (January 1963–March 1968) – Yahudi

* Robert McNamara (April 1968–June 1981)

* Alden W. Clausen (July 1981–June 1986) – Yahudi

* Barber Conable (July 1986–August 1991) – Yahudi

* Lewis T. Preston (September 1991–May 1995) – Yahudi

* James Wolfensohn (May 1995–June 2005) – Yahudi

* Paul Wolfowitz (1 June 2005–June 2007) – Yahudi

* Robert Zoellick (1 July 2007–Present) – Yahudi

Bahkan ternyata pimpinan pertama IMF, Camille Gutt, ternyata seorang Yahudi. Begitu pula dengan Managing Director IMF yang sekarang (2010), Dominique Strauss-Kahn.

Ternyata keluarga Rothschild menguasai Bank Sentral Inggris sementara Bank Sentral AS, Federal Reserve Bank, dikuasai oleh keluarga Rothschild dan Rockefeller. Dengan menguasai Bank Sentral Inggris dan AS, mereka menguasai uang dunia.

Dengan jumawa Amschel Rothschild berkata di Frankfurt, “Let me issue and control a nation’s money, and I care not who writes the laws.” “Biarkan saya mengeluarkan dan mengawasi uang satu negara, dan saya tidak akan peduli siapa yang menulis hukumnya.”

Bahkan Bank Sentral Indonesia, BI, sekarang diswastanisasi sehingga lepas dari pemerintah berdaulat hasil pilihan rakyat. BI “bekerjasama” dengan lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank yang jelas-jelas dikuasai Yahudi. Jadi pemerintah pilihan rakyat sudah tidak berdaulat lagi terhadap BI, sementara Yahudi melalui IMF dan World Bank serta Perbankan dan Sekuritas yang mereka miliki justru punya pengaruh terhadap BI.

Dari tulisan di bawah, kaum Yahudi dari keluarga Rostchild mengenalkan Fiat Money pada tahun 1971. Uang kertas yang tidak didukung cadangan emas/perak. Sebelumnya, uang AS selalu diback-up dengan emas/perak (credit money) sehingga nilainya jelas.

Dengan dihapusnya dukungan emas, maka nilai Dollar AS tergantung pada “Pelaku Pasar Uang.” Nilai uang berubah-rubah setiap hari. Agar nilai uang kertas “stabil” para pemerintah melalui Bank Sentral mengeluarkan bunga seperti “Fed’s rate” atau SBI misalnya 7,5% per tahun. Jadi seandainya kaum Yahudi tersebut mengumpulkan uang Rp 1000 trilyun melalui Bank atau Sekuritas yang mereka miliki, maka mereka dapat Rp 75 trilyun dari hasil bunga/riba tersebut.

Krisis Moneter di tahun 1998 yang menyebabkan nilai rupiah jatuh dari Rp 2.400/1 US$ ke Rp 16.700/1 US$ hanya dalam beberapa bulan oleh spekulan valas Yahudi dengan George Soros menunjukkan pengaruh kuat kaum Yahudi di Indonesia. Bahkan saat ini George Soros bertemu dengan Wapres Boediono yang dulu menjabat sebagai Direktur BI di era Soeharto. Jatuhnya mata uang Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Korsel menunjukkan bahwa di negara tersebut juga dipengaruhi kekuatan Yahudi Soros cs. Perubahan kebijakan nilai tukar dari fixed rate (rupiah dipatok tetap terhadap dollar) menjadi floating rate menjadi peluang bagi Soros cs untuk berspekulasi dengan valas. Nilai rupiah jadi berubah-rubah setiap hari tergantung nilai yang diberikan oleh Soros cs.

Pasar Saham/Bursa Saham juga memungkinkan orang-orang Yahudi yang bergerak di bidang Sekuritas / investment manager untuk membeli saham-saham BUMN yang diprivatisasi.

Mungkin ada yang berkata ini Teori Konspirasi/Paranoid. Tapi beberapa link seperti Wikipedia, menurut saya cukup valid.

Jika anda mencintai Islam, mohon sebarkan informasi ini ke yang lain atau dimuat di blog anda.

Standard Oil

From Wikipedia, the free encyclopedia

Founded 1870
Headquarters ClevelandOhio (1870-1885)
New York CityNew York (1885-1911)[2]
John D. Rockefeller, Founder & Chairman
Industry Oil and Gas
Products Fuels, Lubricants, Petrochemicals
Employees 60,000 (1909) [5]

Standard Oil was a predominant American integrated oil producing, transporting, refining, and marketing company. Established in 1870 as an Ohio corporation, it was the largest oil refiner in the world[3] and operated as a major company trust and was one of the world’s first and largest multinational corporations until it was broken up by the United States Supreme Court in 1911. John D. Rockefeller was a founder, chairman and major shareholder, and the company made him a billionaire and eventually the richest man in modern history.

Standard Oil began as an Ohio partnership formed by the well-known industrialist John D. Rockefeller, his brother William RockefellerHenry Flagler, chemist Samuel Andrewssilent partner Stephen V. Harkness, andOliver Burr Jennings, who had married the sister of William Rockefeller’s wife. In 1870 Rockefeller incorporated Standard Oil in Ohio. Of the initial 10,000 shares, John D. Rockefeller received 2,667; William Rockefeller, Flagler, and Andrews received 1,333 each; Harkness received 1,334; Jennings received 1,000; and the firm ofRockefeller, Andrews & Flagler received 1,000.[4] Using highly effective tactics, later widely criticized, it absorbed or destroyed most of its competition in Cleveland in less than two months in 1872 and later throughout the northeastern United States.

From 1882 to 1906, Standard paid out $548,436,000 in dividends at 65.4% payout ratio.

By 1890, Standard Oil controlled 88% of the refined oil flows in the United States. The state of Ohio successfully sued Standard, compelling the dissolution of the trust in 1892. But Standard only separated off Standard Oil of Ohio and kept control of it.

In 1904, Standard controlled 91% of production and 85% of final sales. Most of its output was kerosene, of which 55% was exported around the world.

In 1909, the US Department of Justice sued Standard under federal anti-trust law, the Sherman Antitrust Act of 1890, for sustaining a monopoly and restraining interstate commerce by:[13]

On May 15, 1911, the US Supreme Court upheld the lower court judgment and declared the Standard Oil group to be an “unreasonable” monopoly under the Sherman Antitrust Act. It ordered Standard to break up into 34 independent companies with different boards of directors.[17]

Standard’s president, John Rockefeller, had long since retired from any management role. But, as he owned a quarter of the shares of the resultant companies, and those share values mostly doubled, he emerged from the dissolution as the richest man in the world.[18]

Successor companies

The successor companies from Standard Oil’s breakup form the core of today’s US oil industry. (Several of these companies were considered among the Seven Sisters who dominated the industry worldwide for much of the twentieth century.) They include:

http://en.wikipedia.org/wiki/Standard_Oil

The Rockefeller Liberal Connection

In many ways, the Rockefeller Family works step-by-step with the Jewish Zionist and Soviet conspiracies. John D. Rockefeller was a monopolist who followed in the way of many Jews whose control of industries, especially banking, demonstrated the manner in which power, once achieved, might be forever wielded “from the top,” high above the citizens of the world’s nations.

http://www.jewwatch.com/jew-leaders-rockefeller.html

Was Rockefeller a Jew?

Yes. The Rockelfeller family in America passed themselves off as Christians, but ancestrally in Europe they were originally a Jewish family. Many European Jews came to America, Canada, and Britiain and changed to non-Jewish names or claimed to be Christians to avoid “anti-Semitism.” But they are biologically Jewish nonetheless.

There could be some Jewish ancestry somewhere in almost anyone’s family tree, but the Rockefellers’ family lineage can be traced back to the French Huguenots who emigrated to Germany in the 1600s.

http://wiki.answers.com/Q/Was_Rockefeller_a_Jew

Is Rockefeller’s mother Jewish?

yes she is

http://wiki.answers.com/Q/Is_Rockefeller%27s_mother_Jewish

Jewish Rockefellers talk about giving

By Rachel Pomerance · November 30, 1999

Paul Growald, left, and Eileen Rockefeller Growald in Moose, Wyoming, in the spring of 2003. (Courtesy of Paul Growald)

http://jta.org/news/article/1999/11/30/12694/WhereJudaismandRo

Bilderberg Group – A Jewish Who’s Who!

By Brother Nathanael Kapner, Copyright 2008-2009

___________________________________

SECRECY ENSHROUDS THE JEWISH-RUN Bilderberg Group. (See Their Secret Operation In Chantilly VA Here &Here). One of the Bilderberg’s deceptions is to invite insignificant leaders in the academic & scientific realms as a “decoy.”

For instance, in the current Bilderberg Meeting taking place June 5-8 2008 at the Westfields Marriott Hotel in Chantilly VA, attendees such as Fouad Ajami, Director of Middle East Studies at John Hopkins University, & Martha Farrah, Director of the Center for Cognitive Neuroscience at University of Pennsylvania, serve as “window dressing.”

Here Are The Real Players Attending & They Are Jewish Bankers:
Ben Shalom Bernanke: Chairman of the privately held US Federal Reserve Bank.

James Wolfensohn: International Jewish financier. Chairman of Wolfensohn & Company Investments. A former World Bank President, this Jew has more than 140 employees and offices in London, Tokyo and Moscow. Wolfensohn also has a banking partnership with Fuji Bank of Japan and Jacob Rothschild of Britain.

Robert Zoellick: Chairman of the US World Bank Group a covert subsidiary of the Rothschild run International Monetary Fund.

Josef Ackermann: Chairman of the Executive Committee of Deutsche Bank AG of Zurich Switzerland. Ackermann is a Rothschild partner in white collar crime.

Kenneth Jacobs: Deputy Chairman Head of Lazard Bank North America. Lazard Bank, a Rothschild associate bank, operates in 39 cities throughout North America, Europe, Australia, Asia, and South America.

David Rockefeller: Owner of Chase Manhattan Bank. Former Chairman of the Council on Foreign Relations & Founder of the Trilateral Commission. Though not a Jew, Rockefeller is a Rothschild stooge.

http://www.realzionistnews.com/?p=216

How The Rothschild Dynasty Operates

SECRECY IS THE HALLMARK of the Jewish Rothschild Dynasty. But I, Brother Nathanael Kapner, a former Jew, am intent on bursting the “Rothschild-bubble.” I am doing this because I perceive that the Rothschilds, (they are Jews), are the leaders, (they are secretive), in destroying Christian civilization throughout the world.

Here Is A List Of The Prominent Family Members Of The Jewish Rothschild Dynasty & Their Principal Functions:

Jacob Rothschild: Born in 1936 in England. After gaining prominence in the family bank, NM Rothschild and Sons in London, he established in 1988, the Rothschild Investment Trust, now known as RIT Capital PartnersHere which holds controlling investment interest in Royal Dutch Shell Oil.

~ Jacob Rothschild is the Chairman of Yad Hanadiv Here, a Zionist Charity of the Rothschilds’, which gave to Israel the Knesset & the Israeli Supreme Court.

Nathaniel Rothschild: Born in 1971 in England. He is Jacob Rothschild’s son & heir apparent. He began his career in 1994 at the Rothschilds’ Jewish sister bank, Lazard Brothers in London.

~ Currently, Nathaniel Rothschild is an executive (what else would he be?) with Gleacher Partners, a New York-based mergers and acquisitions (M&A) advisory firm founded by Eric Gleacher, former head of M&A at another Jewish sister bank of the Rothschilds,’ Lehman Brothers.

~ It should be noted that both Lazard Brothers & Lehman Brothers hold shares along with the principal share holder, NM Rothschild & Son, in the privately-held Jewish bank known as the Federal Reserve System of America Here.

Evelyn Rothschild: Born in 1931 in France. He began his career as Director of the Paris-based De Rothschild Freres Bank. Between 1976 & 1982 he became Chairman of NM Rothschild & Sons in England & Rothschild Bank in Zurich. He is also honorary director of De Beers Consolidated Mines & IBM United Kingdom Holdings Limited.

~ Evelyn Rothschild is a man of many propaganda-hats. He has served in Directorships of the internationally renown, The Economist, and newspapers owned by Lord Beaverbrook, which included the London Evening Standard & the Daily Express. He has also served as Director of Lord Black’s Daily Telegraph.

David René Rothschild: Born in 1942 in NYC. He is currently the Senior Partner of Rothschild & Cie Banque of Franc Here. He took over the Chairmanship of NM Rothschild & Sons of London upon the “retirement” of Evelyn Rothschild in 2003.

Benjamin Rothschild: Born in 1963 in France. He succeeded his father, Edmound de Rothschild, as Chairman of the LCF Rothschild Group in France Here. The LCF Rothschild Group, centered in Paris with a branch in Tel Aviv, has a global network Here of financial institutions with assets over €100 billion.

http://www.realjewnews.com/?p=190

Seven Sisters (oil companies)

From Wikipedia, the free encyclopedia

The Seven Sisters of the petroleum industry is a term coined by an Italian entrepreneur, Enrico Mattei,[1] that refers to seven oil companies that formed the “Consortium for Iran” and dominated mid 20th century oil production, refining, and distribution.

The Seven Sisters were the following companies:

  1. Standard Oil of New Jersey (Esso), which merged with Mobil to form ExxonMobil.
  2. Royal Dutch Shell (Dutch 60% / British 40%). Merged in 2005.
  3. Anglo-Persian Oil Company (APOC) (British). This later became Anglo-Iranian Oil Company (AIOC), thenBritish Petroleum, and then BP Amoco following a merger with Amoco (which in turn was formerly Standard Oil of Indiana). It is now known solely by the initials BP.
  4. Standard Oil Co. of New York (“Socony”). This later became Mobil, which merged with Exxon to formExxonMobil.
  5. Standard Oil of California (“Socal”). This became Chevron, then, upon merging with Texaco, ChevronTexaco. It has since dropped the ‘Texaco’ suffix, returning to Chevron.
  6. Gulf Oil. In 1985, most of Gulf became part of Chevron, with smaller parts becoming part of BP andCumberland Farms, in what was, at that time, the largest merger in world history. A network of stations in the northeastern United States still bears this name.
  7. Texaco. Merged with Chevron in 2001. The merged company was known for a time as ChevronTexaco, but in 2005, changed its name back to Chevron. Texaco remains a Chevron brand name.

As of 2005, the surviving companies are ExxonMobilChevronRoyal Dutch Shell, and BP, now members of the “supermajors” group.

http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_Sisters_%28oil_companies%29

International Banks & Jews Who Founded Them

Gerald Krefetz, A New York City Jewish Person

Author of “Jews and Money: The Myths and the Reality.”

Modernbanking… startedin the nineteenth century with the rise of the Houseof Rothschild. They were not the only important Jewish bankersin Europe: indeed, a surprising number of continental banks werefounded by Jews. The old Court Jew had primarily raised moneyfor local rulers to cover his expenses, his personal diplomacy,and his extravagances. The new bankers floated state loans tofinance emerging industries and railroads.

Rothschild Banker/Brothers–Rothschild,Warburg, Oppenheim, Speyer

While the five Rothschild brothers had banks in Frankfort,London, Paris, Vienna, and Naples, Bleichroder in Berlin, Warburgin Hamburg, Oppenheim in Cologne, and Speyer in Frankfort wereoperating their own banking houses. Individual Jews founded banksfrom London (Hambros) to Bombay (Sassoons) to St. Petersburg (Guenzburg),and a number of points in between.
Besides these personal or private banks roughly equivalent tomerchant banks or investment banks today Jews helped to establisha number of important joint stock banks or commercial banks: theDeutsche Bank and the Dresdner Bank, two of Germany’s big three,Credit Mobilier, Banque de Paris et des PaysBaa, Banca CommercialeItaliana, Credito Italiano, Creditan-stalt-Bankverein, and Banquede Bruxelles, among others.

Early US Centralized Paper Money BankConspiracies…

There were a few Jewish bankers in the United States: HaymSalomon of revolutionary fame and Isaac Moses who, with AlexanderHamilton, was one of the founders of the Bank of New York in 1784.It was not until the Jewish-German immigration of the 1840s thatthe presence of Jewish bankers was felt in America. Some of theestablished German banks sent representatives, but for the mostpart, the German-Jewish bankers rose from the ranks only afterthey arrived. Between 1840 and 1880, a dozen first-rate bankinghouses were started: Bache; August Belmont; Goldman, Sachs; J.W.Seligman; Kuhn, Loeb; Ladenburg, Thalmann; Lazard Freres; LehmanBrothers; Speyer; and Wertheim. Influential, conservative in life-style,but unorthodox in financial matters, and inbred (like the Rothschilds,their children married each other), Jewish bankers projected animage of concentrated power because they often acted in concert,collaborating on financial deals.

The Jew as ‘Alien Financier’

The rise of Jewish bankers reinforced this image. Previously,the Jewish moneylender was a single character presumed born withcertain “racial” traits. His activities were every Jew’sactivities. With the development of systematic anti-Semitism inEurope, and the rise of xenophobic nationalism, the wealthy Jewwas seen as an alien financier, in collaboration with Jews abroad.The collection of Jewish bankers and banks in both Europe andAmerica convinced many people that Jews were out to dominate andcontrol the world.

Fake Money Schemes

Jewish Invention of Fiat Money

Gerald Krefetz, A New York City Jewish Person

Author of “Jews and Money: The Myths and the Reality.”

They [Jews] had developed the idea of fiat money and were amongthe first to use negotiable instruments of credit. At the heightof nationalistic resurgence in the nineteenth century, the Rothschildswere developing international syndicates, a form of internationalbanking. “Jews and Money: The Myths and the Reality,”Gerald Krefetz, Ticknor & Fields, New Haven and New York,1982, p. 12.

Jewish Investment Banking Schemes

In twentieth century America, Jewish businessmen were developinginvestment banking expertise to finance consumer-oriented businessesdepartment stores, Alaskan fisheries, movies, theatres, coppermining and smelting, airlines, and clothing factories. “Jewsand Money: The Myths and the Reality,” Gerald Krefetz, Ticknor& Fields, New Haven and New York, 1982, p. 12.

Jewish Conglomerate Trick (1960)

Taking Over Old, Non-Jewish Companies

Using Other People’s Money to Do It

Worthless Junk Bond Money Buys & Kills Companies

Gerald Krefetz, A New York City Jewish Person

Author of “Jews and Money: The Myths and the Reality.”

In the 1960s, Jews were again in the forefront in creatinga new business form – the conglomerate, a multi-purpose holdingcompany whose disparate profit centers were purportedly synergistic- greater than the sum of its component parts. It was not a Jewishinvention – that honor probably belongs to Royal Little of TextronbutLehman Brothers, Lazard Freres, LoebRhoades, and Goldman Sachs were forceful in sellingthe new notion. Besides the self-interest of these investmentbanking houses (the major interest in conglomerates was only partiallydue to new products, market penetration, increased revenues, balancesheet growth, and rising price-earnings ratios), mergers and acquisitionsgenerated volumes of new corporate issues that Wall Street underwrote,sold, and traded. And a number of Jewish businessmen were quick to see the potentialof the new financial form. Prudent and conservativemoney managers were skeptical of the conglomerate: it had a strikingresemblance to earlier over-blown, credit-created pyramids, whichhad appeared earlier and milked unsuspecting investors beforecollapsing. Business history was littered with square cannon balls,rotten tulip bulbs and burned-out matches from Ponzi-like operatorsof the John Laws and Ivor Kreugers. “Jews and Money: TheMyths and the Reality,” Gerald Krefetz, Ticknor & Fields,New Haven and New York, 1982, p. 12.

DestroyingChristian Companies

Besides the investors in conglomerate shares and debentures,the people who had the most to lose were the staid managementsof victim companies. For the most part, the takeover candidateswere old industrial companies with secure if unexciting markets,substantial assets, little debt, underutilized capital, high dividends,diverse ownership, and no immediate growth prospects. In brief,they were old-line, quasi-somnambulant corporations. “Jewsand Money: The Myths and the Reality,” Gerald Krefetz, Ticknor& Fields, New Haven and New York, 1982, p. 12.

Jews Attacking Establishment Companies
The conglomerate era of the sixties, abetted by a high-flyingstock market and a prolonged boom, was really a none-too-subtleattack on establishment corporations. Though the accounting wasdevious and the newly issued paper of dubious value, the conglomerateposed a substantial threat to the corporate status quo. By thelate sixties, stalwarts of American industry and finance suchas Chemical Bank, Goodrich, Great American Insurance, Jones andLaughlin, and Pan American were under the gun. And naturally,in the spirit of free enterprise, they ran to the government forprotection. “Jews and Money: The Myths and the Reality,”Gerald Krefetz, Ticknor & Fields, New Haven and New York,1982, p. 12.
TheJews Who Destroyed Christian Old-Line Companies

James Ling of Ling-Temco-Vaught, Roy Ash of Litton, and RoyLittle of Textron were joined by Ben Heineman of Northwest Industries,Howard Newman of Philadelphia and Reading, Saul Steinberg of Leasco,Charles Bludhorn of Gulf & Western, 4ishulam Riklis of RapidAmerican, Laurence Tisch of Loews – each practicing the “highestform of creative capitalism.” These Jewish conglomerate-builders,from the flamboyant the conservative, spearheaded the attack.Aided by clever investment bankers, a permissive Democratic president,and a credulous public, they shook up old managements, createdanomalous corporations and provided Wall Street with a stringof dazzling investment vehicles. Just about every one was a starof the go-go years, and just about every one suffered grievouslywhen reality in form of recession and a strict Republican administrationreturned -in the seventies. “Jews and Money: The Mythsand the Reality,” Gerald Krefetz, Ticknor & Fields, NewHaven and New York, 1982, p. 12.

http://www.jewwatch.com/jew-jewishbankingandfinancialmanipulations-folder.html

Economic Control

Saculina Carcini is an extraordinary creature, a barnacle that degenerates practically into a plant. It starts life as a free-swimming larva that invades a crab then changes into a microscopic slug, which plunges into the crab’s underside and sprouts “roots” that draw in nutrients from the crab’s blood.

The crab’s immune system cannot fight off Sacculina. but continues living with the parasite filling its entire body and begins to change into a new sort of creature. One that exists to serve the parasite. Externally it appears the same, but internally it is merely a puppet controlled by the intruder.

America and Britain, (plus most other countries) are in the same position as the crab. Externally they appear to be in charge of their actions whilst internally they are in the hands of malevolent and manipulative strangers.

Previous pages on this site have highlighted the Financial and Media Control of International Jewry. What follows is a rundown – of a necessity brief – of their control in other sections of human activities:

A quote from The Wealth and Poverty of Nations by David Landes sets the scene:

“In 1836…After centuries of more or less profitable activity, a network of private banks was in place, collectively rich and capable of financing medium and long-term investments in industry… These groups typically hung on religious and cultural affinities: The Huguenot-Calvinist, Sephardic-Jewish, German-Jewish, Greek-Orthodox commercial “families” knew their own kind, whom to trust and whom to worry about, whom to ask and whom to work with.

…Thus the Paris Rothschilds financed French railways and French and Belgian coal mines and forges; the Vienna branch of the bank promoted railways and invested in ironworks and coal mines in Habsburg territory.”

In 1858 the founder of Reuter’s,Baron Paul Julius von Reuter, or to give him his original name Israel Beer Josaphat, obtained in Persia concessions to build railways, establish a bank and to collect customs dues for twenty years. He gained exclusive rights for seventy years to operate mines, tramways and water works, to build irrigation canals and fell timber as well as an option to found utilities, post offices and other enterprises. Lord Curzon called it “the most complete and extraordinary surrender of the entire industrial resources of a kingdom into foreign hands.”

Extracts from The Dearborn Independent – 17.12 1921, on the encroachment of the Jews in the AmericanLiquor Industry.

…”the bulk of the organized bootlegging ..in this country is in the hands of the Jews…”

“…the liquor business of the world has been in the hands of the Jews. In the United states the liquor business was almost exclusively in the hands of Jews for 25 years previous to Prohibition…”

“…As middlemen they control the wine product of California. … The Jews have a grip on the cigar trade…”

“It was also true in Russia, Poland, Rumania. The Jewish Encyclopedia states that:’The establishment of the government liquor monopoly (in Russia in 1896) deprived thousands of Jewish families of a livelihood.’ They controlled the liquor traffic, the vodka business, which undermined Russia….”

The above was written more than eighty years ago. And now? How many of the big cartels are Jewish owned? The list below is simply a sample, given merely as an indication of the seriousness of the situation.

 

 


 

Louis Dreyfus:

 

Headquarters: Paris, France.

No. 1 French grain exporter.

No. 3 World grain exporter

No 4 US grain exporter.

No. 5 Argentine grain exporter

No. 1 world grain exporter to Russia.

Louis Dreyfus has a bank which in the 1970s rose to the fifth largest private bank in France.

 

 


 

Bunge and Born:

 

Headquarters: Sao Paulo, Brazil.

No. 1 US dry corn miller (18% of the market)

No. 1 Brazilian grain exporter.

No. 2 U.S. soybean products exporter.

No. 3 US grain exporter.

No. 3 U.S. soybean processor.

No. 7 Argentine grain exporter.

The extent of the Bunge and Born domination of the Argentine economy was revealed in 1974 when the Montoneros terrorists kidnapped the heirs to the firm. It was revealed that Bunge and Borne not only dominated Argentina’s agriculture, but also that Bunge companies produced 40% of Argentina’s paint, one-third of its tin cans and 20 percent of its textiles.

Argentine President Juan Peron attempted to suppress the power of Bunge and Born and other grain cartel companies. He moved to have the government buy the grain from the Argentine farmer and export it. In 1955 Peron was deposed and the system he had set up was disbanded. When Peron was returned to power in 1973, he established a National Grain Board for the same purpose, fiercely opposed by the grain cartel companies. He died in 1974 to be succeeded by his wife, Evita, who was overthrown in 1976, and control of grain and meat exports was once again returned to the private grain companies.

 

 


 

Monsanto:

 

Chief Executive Robert Shapiro.

Major UK investors in Monsanto Rothschilds.

Monsanto are rated as one of the “bad” companies, guilty of many human rights’ and environmental violations, notably for GE foods and their products, “Agent Orange”. “Dioxin” and Roundup”.

 

 


 

Nestle:

 

Headquarters: Switzerland

No. 1 World food company.

No. 1 World trader in dry milk powder.

No. 1 World trader in condensed milk.

No. 1 seller of chocolate and confectionary products.

No. l seller of mineral water.

No. 3 U. S. coffee firm.

Nestle has 400 manufacturing facilities on five continents.

Nestle chairman: Helmut Maucher.

Nestle owns 50.1% of Israeli food maker Osem Investments.

In 1998, Peter Brabeck-Letmathe on behalf of Nestle, received the Jubilee Award by the Israeli Prime Minister Netanyahu, in recognition of their investments and trade relationships.

 

 


 

Unilever: (originally Lever Brothers).

 

No. 1 world producer of ice cream.

No. 1 world producer of margarine.

One of the top five world exporters of dry milk powder.

No. 1 European tea seller.

No 2 and No.3 world producer of soaps and detergents.

One of the top five world crushers of palm oil and palm kernel.

One of world’s largest producers of olive oil.

Largest stockholder Viscount Leverhume.

 

 


 

Philip Morris:

 

In 1847 Philip Morris opened a London tobacco store and by 1854 was making his own cigarettes. In 1985 Philip Morris bought General Foods and in 1988 acquired Kraft Foods.

No. 2 world food company.

No. 1 U.S. food company.

No. 1 world processed cheese seller.

No. 1 world cigarette producer.

No. 3 world confectionery business.

Key personnel: Rupert Murdoch, Richard Parsons of Time Warner,which is partially owned by the Bronfman family reputedly a major force in the world’s illegal narcotic trade and Stephen Wolf senior adviser of Lazard Freres investment bank.

Philip Morris is one of the largest smugglers of illegal cigarettes, both for sale and as barter for other illegal goods. It has been cited repeatedly in the Italian press as one of the world’s largest marijuana dealers.

 

 


 

 

Control of Minerals

The modern world has a voracious appetite for minerals. This requirement has seen the rape of South America, where her mineral riches have been, and still are, a Pandora’s gift.

Mining is one of the most damaging and dangerous industries producing numerous negative environmental impacts.

This danger increases when, as now, mining exploitation is in the hands of a few companies whose agenda is questionable.

 

 


 

De Beers:

 

Diamonds:

Eighty per cent of the world’s diamond market is controlled by De Beers, who in their turn are controlled by theOppenheimer family.

The value of diamonds is regulated by the supply of “rough” allowed on to the market, and not because diamonds are rare. Almost all commerce in diamonds is in the hands of Jews.

This dates back a long time. Until the early part of the eighteenth century, the world’s supply of diamonds came from India and the Jews, with feelers in all the markets of Europe and through connections in the Ottoman Empire, were the conduit through which much of the gems passed. Interestingly enough the rising Indian trade in diamonds is offering a threat to the De Beers’ monopoly.

In 1998 De Beers were accused of colluding in the war in Angola and trading in “war diamonds”. A booklet entitled “A Rough Trade” was produced by the organisation Global Witness and caused De Beers, caught on the back foot, to announce the closure of its office in Angola.

 

 


 

Anglo American:

 

Also controlled by the Oppenheimer family, Anglo American is ranked as one of the largest mining corporations in the world along with BHP Billiton, Rio Tinto, and Alcoa.

Gold:

Mines in South Africa, Argentina, Australia, Brazil, Ghana, Guinea, Mali, Namibia, Tanzania, Peru, Colombia and Alaska. Its investment in Trans-Siberian Gold provides opportunities for further growth in Russia and has recently acquired Ashanti, the world’s second largest gold mining company in terms of production.

Iron:

Controlling interest in Kumba, one of the world’s leading iron ore producers.

Platinium:

Anglo Platinum supplies forty per cent of the world supply. Plus a joint venture for platinium group metals in China’s Sichuan Province.

Base Metals:

Copper: Namibia

Zinc: Skorpion mine operated by Anglo Base metals in Namibia.

Acquisition of Minera Sur Andes, the Collahuasi Rosario Project in Chile and Codemin in Brazil.

Coal:

Anglo Coal and BHP Billiton proposed expansion of coal in South Africa.

Possible coking coal mine in Queensland, Existing operation in Moura in Queensland.

 

 


 

BHP Billiton:

 

Another mining giant with world wide interests, covering Iron Ore, Coal, Copper, Oil and Gas, Diamonds, Silver, Lead, Zinc, Aluminium and Alumina, Chrome and Manganese.

One of the major shareholders is Chase Nominees i.e. Rockefellers.

 

 


 

Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc.

 

This Company is one of the world’s largest and lowest cost copper and gold producers from its Grasberg mine in Irian Jaya. It was listed in 1996 as one of the ten worst corporations and has been focused for decades by labour, indigenous and human rights as well as environmental groups. The Grasberg concession’s worth is estimated at $50 billion.

Freeport-McMoRan Inc. (FTX) has other business interests besides copper and gold mining. These include a joint venture partnership in IMC-Agrico Co. This is one of the largest fertilizer producers in the world. FTX also produces phosphate-based animal feed ingredients through IMC-Agrico. In addition FTX is the largest producer of Frasch sulphur worldwide.

A noteworthy member of the Freeport Board of Directors is the former Secretary of State, Henry Kissinger, the company’s main lobbyist for dealings with Indonesia. Dr. Kissinger has had strong connections in Indonesia since his meeting with President Suharto prior to the invasion of East Timor, reportedly to provide full American support. Kissinger’s firm receives a yearly retainer fee of $200,000 from Freeport and has been a director of the parent Company Freeport McMoran Inc. since the late 1980s.

 

 


 

ExxonMobil:

 

Petroleum:

Petrol is the principal combustible of the modern age.

In 2003 ExxonMobil topped all companies for profits and the City Group tailed only Exxon.

ExxonMobil is the combination of the Rockefellers’ Standard Oil of New Jersey and Standard Oil of NY, Chevron is the old Standard Oil of California. Citi group is the old First National City Bank, now dominated by the Rockefellers. Chase is the historic flagship of Rockefeller finance.

ExxonMobil is labelled as one of the “bad” companies for environmental and Human Rights violations and Standard Oil’s reputation in South America does not read well.

Although the Rockefellers do not appear to be Jewish in origin, they do have Jewish connections. In some quarters it has been suggested that they are a front for the workings of the Rothschilds.

Certainly Laurance Rockefeller and Rothschild were the founding members of the Bilderberg Society whose agenda is world domination.

The founder of the Rockefeller family, William Avery Rockefeller, was a travelling salesman, who fled from a number of indictments for horse stealing, eventually disappearing and re-emerging as Dr. Willian Levingston and was interred in an unmarked grave under that name.

John Rockefeller, William’s son. was a war profiteer during the American Civil War, who acquired a near monopoly of the petroleum industry in the United States. and founded Standard Oil.

The family appear to be great philantrophists, but a glance at what they fund is interesting. Education (a useful method of indoctrination), churches (with a world religion agenda) and numerous supposedly “green” groups.

Is there not an anomaly here? ExxonMobil, the source of their wealth, is a company (as was Standard Oil) guilty of numerous anti-environmental misdemeanours. How does this accord with their role as protectors of the environment?

Could it be that all this apparent generosity is merely a means of retaining control of those societies who may become a hindrance to their aims? After all “he who pays the piper calls the tune”.

 

 


 

World Bank:

 

According to Reuters’ report on the 11th October 2004, the World Bank Director: Paul Wolfowitz (ex US Deputy Defence Secretary and architect of the Iraq war) intends to increase its investment in mining projects in developing countries by 50%. The bank already has a high-profile oil project in Chad. The bank’s financing of mining projects has previously been made by its private sector arm, the International Finance Corporation.

The recent “cancellation” of debts of certain Third World countries, notably Bolivia, Mali, Guyana – which are mineral rich, is no philantrophic action intended to better the lot of the indigenous population. Whoever heard of money lenders cancelling a debt?

The decision taken at the recent G8 meeting in Scotland to cancel Africa’s debts has nothing to do with the rich countries helping the poor. Rather it means that the International Monetary Fund is merely employing the same tactics that placed a stranglehold on South America: offering financial aid in return for allowing monopolistic companies, who require cheap labour, a foothold in the economy to the detriment of local industries. Whilst the money “donated” never reaches the lower fringes of society but merely goes as sweeteners to keep a new malleable elite in power.

 

 


 

This dangerous control of resources by people whose agendas are suspect bodes ill for humanity and the environment.

 

Perhaps the 19th century Cree Indian prophecy is the most apt comment:

“Only after the last tree has been cut down, the last river poisoned and the last fish caught, will you find that money cannot be eaten.”

But by then, of course, it will be too late.

http://www.pgorg.com/bigguns.html

Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue

1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun

3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, €7,509,244

4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, $4.73M

6. Total S.A., pendapatan $217.6

7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O’Reilly, $7.82M

10. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, $6.88M

Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037 Trilyun.

BUMN yang Menguntungkan Negaranya:

Norway’s economy is a mixed one of public and private enterprises. Although the economy is based on free-market principles, the government exercises considerable supervision and control. The state owns railroads and most of the public utilities, and state-owned enterprises largely control the vital oil and natural gas sectors.

Microsoft ® Encarta

http://encarta.msn.com/encyclopedia_761556517_5/norway.html

About PETRONAS

PETRONAS, the acronym for Petroliam Nasional Berhad, was incorporated on 17 August 1974 under the Companies Act 1965. It is wholly-owned by the Malaysian government and is vested with the entire ownership and control of the petroleum resources in Malaysia through the Petroleum Development Act 1974.

Over the years, PETRONAS has grown to become a fully-integrated oil and gas corporation and is ranked among FORTUNE Global 500’s largest corporations in the world. PETRONAS has four subsidiaries listed on the Bursa Malaysia and has ventured globally into more than 32 countries worldwide in its aspiration to be a leading oil and gas multinational of choice.

http://www.petronas.com.my/internet/corp/centralrep2.nsf/frameset_corp?OpenFrameset

1973 Saudi Arabia’s Government acquires a 25 percent participation interest in Aramco.

1975 Master Gas System project is launched.

1980 Saudi Government acquires 100 percent participation interest in Aramco, purchasing almost all of the company’s assets.

http://www.saudiaramco.com/irj/portal/anonymous?favlnk=%2FSaudiAramcoPublic%2Fdocs%2FAt+A+Glance%2FOur+Story&ln=en

 

China National Petroleum Corporation

China National Petroleum Corporation was established on September 17, 1988 on the basis of the Ministry of Petroleum Industry, mainly in charge of oil and gas upstream operations. It is a state oil company endowed with certain governmental administrative functions. 

http://www.cnpc.com.cn/en/aboutcnpc/companyprofile/history/default.htm

Berikut tulisan dari Ensiklopedi MS Encarta:

Saudi Arabia

The latter development, along with Saudi Arabia’s 1974 takeover of controlling interest in the huge oil company Aramco, greatly increased government revenue, thus providing funds for another massive economic development plan.