Mimpi di Dalam Mimpi dan Mimpi (ngakak!)


17719672mimpi-big

Kalau bermimpi sih boleh-boleh saja, tapi tokoh yang dibawah ini kerjanya mimpi yang sudah kelewat tidak wajar, maksudnya? makanya yuk… kita lihat sama-sama dibawah ini 😀



Sumber

Iklan

Wow Gambar Dan Foto Aneh Tapi Nyata! sumber


Terkadang seseorang memang butuh refreshing. Oleh karena itu saya mencoba menghadirkan sebagian gambar-gambar dan foto-foto koleksi saya bertajuk ANEH TAPI NYATA.. dan memang bener-bener fakta.
Semoga dengan sekadar melihat, akan membuat segar pikiran yang jenuh. Saya pun juga begitu,…
Alien Yang sedang bersembunyi di dashboard
 
 
 
Seekor Aligator sedang menikmati makan siangnya
 
 
 
Anjing terbesar di dunia
 
 
 
Anjing VS Landak
 
 
 
Tangan malaikat
 
 
 
Badai pasir di Irak
 
 
 
Ditemukan bangkai katak dalam kaleng kacang polong
 
 
 
Hujan meteor
 
 
 
Beruang grizzly raksasa
 
 
 
Monster buaya di Kongo
 
 
 
Buaya/Gator raksasa
 
 
 
Bush memancing dalam keadaan bencana
 
 
 
Ada cacing hidup di mata seseorang, hiii
 
 
 
Gedung yang sedang mabok
 
 
 
Penampakan hantu kuntilanak
 
 
 
Herman sang kelinci raksasa
 
 
 
Hiu menyerang helikopter
 
 
 
Ikan lele makan bola karet
 
 
 
Ikan lele raksasa
 
 
 
Jembatan tertinggi di dunia
 
 
 
Formasi jet amerika
 
 
 
Anak rusa albino
 
 
 
Kebakaran hutan di Montana
 
 
 
Kembar hitam-putih
 
 
 
Komputer masa depan (foto tahun 50an)
 
 
 
Kucing terbesar di dunia
 
 
 
Matahari tenggelam di kutub utara
 
 
 
Mayat detemukan di perut buaya
 
 
 
Memberi makan burung Calibri
 
 
 
Suasana natal di pemakaman
 
 
 
Nebula berbentuk mata
 
 
 
Perahu yang aneh
 
 
 
Pesawat jet terkubur pasir di Irak
 
 
 
Rangka raksasa
 
 
 
Tsunami di Phuket, Thailand
 
 
 
Turis berfoto di atas WTC AS sebelum tertabrak pesawat
 
 
 
Uang rampasan dari bandar Narkoba
 
 
 
Ular raksasa sedang memancing
 

 

Gambar Yang Sempat Menghebohkan Dunia Internet


Kadal Spiderman
 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Kadal keluarga Agamidae ditemukan di Tanzania, Rwanda dan Kenya. Pada tahun 2009, foto kadal itu beredar setelah orang-orang mengakui kemiripannya dengan Spider-Man. Kepala kadal laki-laki, leher dan bahu adalah merah cerah atau ungu, sedangkan tubuhnya berwarna biru gelap. Sejak foto ini menjadi populer, spesies initelah berubah menjadi hewan peliharaan yang sangat diminati.

Rusa Kutub Tersangkut di Tiang Telpon

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada tahun 2004, koleksi gambar aneh muncul di Internet rusa yang ditemukan di atas ketinggian tiang 7,6 m. Foto tersebut diambil di Headingley, yang merupakan kota pedesaan di Manitoba, Kanada, yang terletak tepat sebelah barat Winnipeg. Beberapa orang di daerah tersebut menyaksikan adegan aneh. Sahabat media lokal mengangkat cerita dan berspekulasi bahwa rusa itu dilemparkan ke atas tiang setelah tersambar oleh kereta api yang lewat. Lainnya bersikeras hal ini adalah sebuah hasil dari perbuatan iseng. Anehnya, misteri serupa telah dilaporkan sebelumnya ketika rusa ditemukan tergantung di Delaware County, New York.Pada tahun 2004, kejadian serupa terjadi ketika rusa berada di tiang listrik setinggi 15,2 m kejadian ini terjadi di jalan Pogo Tambang, dekat Teck Polo tambang emas, 80 km tenggara dari Fairbanks, Alaska. Petugas berspekulasi bahwa tanduk rusa terjebak dalam kabel setengah inci, dan kemudian terangkat 15,2 m ke udara ketika kabel diperketat dengan winch hidrolik.Sayangnya, moose 1.200 pon masih hidup ketika diturunkan ke tanah dan kemudian mengalami eutanasia.  http://anehdan-nyata.blogspot.com

Monster Babi 

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Sejarah Internet penuh gambar terkenal yang menunjukkan hewan raksasa.Pada Mei 2007, seekor babi raksasa ditembak dan dibunuh oleh seorang anak berumur sebelas tahun bernama Jamison Stone.Lokasi pengambilan gambar ini diklaim terjadi di kandang dalam perburuan komersial Perkebunan Lost Creek, di luar Anniston, Alabama.Menurut pemburu, berat babi 477 kg, dengan panjang 2.84 m dari ujung moncong ke pangkal ekor nya.

Stone mengatakan dia membunuh binatang itu dengan senjata Model Smith & Wesson 500 yang memiliki lingkup holografik terpasang dan porting barel.Dia menembakkan delapan butir dari 350-grain Hornady cartridges ke arah babi dan mengejarnya selama tiga jam sebelum babai itu roboh karena banyak kehilangan darah. Beberapa hari setelah cerita pecah, kecurigaan dipasang atas keaslian bukti fotografi.  http://anehdidunia.blogspot.com
Pensiunan fisikawan New York University, Dr Richard Brandt, menggunakan geometri perspektif untuk menunjukkan bahwa anak laki-laki dalam foto itu berdiri beberapa meter di belakang babi.Namun, Associated Press (AP) terus menjaga citra babi rakasa dalam arsip mereka dengan tidak menyebutkan penipuan.

Beberapa kasus lain yang menunjukkan gambar populer hewan raksasa termasuk Hogzilla, laba-laba unta di Irak, ikan lele raksasa, Herman kelinci raksasa, ular derik besar di bagian timur Diamondback, dan kepiting kelapa.

Julio Aparicio ditanduk Banteng

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Julio Aparicio adalah salah satu matador Spanyol yang paling terkenal.Pada tahun 2010, ia tampil di Festival Santo Isidro, yang dianggap peristiwa paling penting dalam kalender adu banteng. diadakan di Plaza de Toros las Ventas arena adu banteng di Madrid, Spanyol.

Saat acara, Aparicio ditanduk wajahnya oleh banteng. Tanduk banteng memasuki bawah dagu Aparicio dan menembus keluar di mulutnya. Dia terluka parah dalam acara tersebut dan menjalani dua operasi dalam rangka untuk menghindari kematian. Pada tahun 2010, foto ini dengan sangat cepat menjadi populer menyebar

Beruang Grizzly Raksasa

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada tahun 2001, koleksi foto mulai beredar di Internet yang menunjukkan tubuh beruang grizzly besar. Seiring dengan gambar-gambar, banyak artikel termasuk sebuah kisah rinci tentang ukuran beruang dan nafsu beruang untuk memakan manusia. Beberapa situs internet mengklaim bahwa sisa-sisa anggota tubuh manusia ditemukan di dalam perut beruang itu setelah beruang raksasa tersebut dibunuh, tetapi sahabat anehdidunia.blogspot.com  cerita ini ternyata hoax Bahkan, beruang dibunuh ditembak pada Oktober 2001 oleh pilot AS Ted Winnen, yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Eielson dekat Fairbanks, Alaska.Winnen menemukan beruang besar ketika ia berburu rusa di Pulau Hinchinbrook, di Prince William Sound. Dilaporkan bahwa beruang datang ke Winnen, jadi Ted menembaknya. Tidak jelas apakah beruang itu dikejutkan oleh pria ini ataukah beruang ini terkesan mengancam

Winnen mengukur ukuran beruang ini 3,2 m dari hidung hingga ekor. Berat diperkirakan antara 1000-1200 pound.Beruang itu adalah spesimen yang luar biasa besar untuk daerah Prince William Sound (dua kali ukuran normal), tetapi itu bukan rekor dunia. Ted Winnen menembaknya dengan senapan Winchester Magnum kaliber 0,338.

Dolphin Merah muda

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada bulan Juni 2007, foto lumba-lumba albino botol merah muda ditangkap di Danau Calcasieu, yang merupakan danau payau yang terletak di barat daya Louisiana, Amerika Serikat.Menurut ahli biologi laut Dagmar Fertl,kejadian ini melaporkan penampakan dari lumba-lumba albino botol di Teluk Meksiko dan hanya empat belas kali pernah terlihat di dunia.

Kebakaran Hutan Nasional Bitterroot

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada tahun 2000, Amerika Serikat mengalami musim kebakaran mengerikan.Pada bulan Agustus, lebih dari 4 juta hektar hutan telah dibakar. Pada tanggal 6 Agustus 2000, beberapa kebakaran terjadi di Hutan Nasional Bitterroot dekat kota Sula di barat Montana.Seperti penyebaran api, analis John McColgan menangkap foto perilaku api yang luar biasa dari TKP. Gambar menunjukkan sekumpulan rusa menonton kebakaran itu dari sungai.

Ular Menangkap Walabi

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada tahun 2005, berita Australia ABC stopkontak Far North Queensland melaporkan pada gambar yang menunjukkan python zaitun menarik walabi besar dari air.Pada tahun 2007, gambar itu beredar di bawah deskripsi bahwa ular itu makan seekor sapi, .

Python zaitun spesies terbesar kedua ular Australia dan mereka telah dikenal untuk mengkonsumsi hewan besar. Ular di foto ini sangat besar dan jika Anda melihat dekat ia berbaring di sepanjang jalan dari sisi kanan gambar. Sulit untuk melihat seluruh ular karena sangat baik tersamar dalam permukaan batu. Foto itu diambil di wilayah Kimberley Australia Barat.

Alligator dengan Rusa di Mulut nya

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada tahun 2004, gambar muncul di Internet yang mengklaim menunjukkan seekor buaya di Danau Cross(terletak di dekat Shreveport, Louisiana) dengan rusa dewasa mulutnya.Gambar mengejutkan pemirsa karena danau ini merupakan tempat yang populer untuk memancing dan berperahu rekreasi. Situs-situs lain mengklaim foto itu diambil di Danau Martin di Alabama atau di South Carolina.

Pada bulan Agustus 2004, US Fish & Wildlife Service mengumumkan dalam siaran pers bahwa gambar itu diambil di South Georgia, dekat perbatasan South Carolina oleh seorang petugas yang sedang mempersiapkan untuk memicu api yang ditentukan. Pekerja sedang survei daerah dengan helikopter.

Hiu Mengikuti kayaker 

 http://anehdan-nyata.blogspot.com

 
Pada bulan September 2005, majalah Africa Geographic menerbitkan sebuah artikel berjudul Detektif Hiu, yang meneliti hiu putih besar di lepas pantai Afrika Selatan. Artikel ini termasuk koleksi foto yang menunjukkan pengalaman kayaker dengan hiu putih besar. Keterangan untuk foto berbunyi: “. Duduk di kayak berukuran 3,8 meter dan menonton hiu 4 meter yang besar mendekat” Dalam publikasi tersebut, para peneliti menggambarkan situasi tegang. Namun, mereka sudah menguji reaksi hiu ke kayak kosong dan tidak menemukan adanya tanda-tanda agresif hiu.

Selama bertahun-tahun, koleksi besar gambar hiu palsu telah menyebar melalui Internet. Beberapa contoh yang baik termasuk gambar hiu melompat keluar dari air di sebuah helikopter militer, gambar hiu lapar bersembunyi di balik penyelam, foto seekor hiu besar di dekat surfer (yang sebenarnya lumba-lumba), dan lebih baru-baru ini gambar hiu di jalanan Puerto Rico setelah Badai Irene.  Pada gambar Puerto Rico, sebenarnya hiu ditarik dari kayak

 

Is a Free West Papua on the Horizon?


shutterstock_126599678_1

COPYRIGHT © RAJA AMPAT, INDONESIA: SHUTTERSTOCK. ALL RIGHTS RESERVED

Is a Free West Papua on the Horizon?

In the eyes of many, West Papua should be a country independent from Indonesia.

Background

While Papua New Guinea is a sovereign nation, few realize that the western half of the world’s second largest island is Indonesian territory. This resource-rich island is one of the least publicized places on earth, a place where the fight between modernity and tradition is still being waged — and with bloody consequences.

Although the island is recognized as Indonesian territory, Papuan natives are ethnically and linguistically distinctive. Native Papuans are recognized as Melanesian. Indonesians native to other islands, such as Sumatra or Java, fall instead within the Austronesian ethno-linguistic family. Despite thousands of years of regional commingling between Melanesians and Austronesians, the majority of Papua remained essentially isolated from any outside influence until the mid 20th century.

Papuan nationalism began to grow during World War II, with Japan’s seizure of the island in 1942 prompting a clash involving over 80,000 allied troops. Despite nearly 300 different languages being spoken amongst West Papuans alone, Papuan tribal society developed into a unified Papuan nationalism under foreign occupations. This resulted in the majority native Papuan “New Guinea Council,” which set forth the goal of Papuan independence in 1970. This was envisioned, at the time, as independence from the Dutch.

In 1945, Indonesia’s first president, Sukarno, declared Indonesian independence from Dutch rule. In seeing that Papua was an extension of the Dutch colony, Sukarno claimed Papua as part of the Indonesian nation. To forgo military engagement, the Dutch signed the New York Agreement of 1962, promising Papuans a fair referendum within six years to vote for either Papuan sovereignty or Indonesian rule.

Papuan aversion to Indonesian rule was clear from the beginning, and in 1965, it manifested itself in revolts known as the “West Papuan Spring” These revolts were short-lived, as they were consistently met with brutal retaliation from the Indonesian military. Nevertheless, the Free Papua Movement was born.

Why is the Free Papua Movement Relevant?

Aside from mass revolt, 1965 also saw Sukarno fall to Suharto, who then viewed the protests and instability as justification to allocate voting power in Papua’s referendum to a mere 1,025 men. Declared the “Act of Free Choice,” military records account that Papuans favored Indonesian citizenship. To this day, many Papuans instead call it the “Act of No Choice” — around 1,000 were hand picked by the military to represent a population of nearly 2 million.

Since the “Act of Free Choice,” the Free Papua Movement has persistently engaged in actions ranging from violent guerrilla operations to peaceful protest, civil disobedience, and flying the Morning Star — the flag symbolizing a Papua free from foreign rule. Having dealt with its fair share of separatist movements, the Indonesian government often labels the Free Papua Movement’s actions as terrorist threats. Thus, action is generally met with violent Indonesian military repercussions. There are, for example, documented cases of individuals receiving ten-year jail sentences for attending a Morning Star raising ceremony.

While Amnesty International, Human Rights Watch, and the United Nations have documented human rights violations in West Papua, the Indonesian government’s legal limitations on travel and persistence that the region’s dangers pose a threat to international journalists and NGOs have kept West Papua’s freedom movement out of the international media spotlight.

The Free West Papua Campaign was launched in Oxford, England, in 2004 and is led by exiled West Papuan independence leader, Benny Wenda. It hopes to bring international attention to human rights violations in Papua through peaceful campaigning. These human rights violations include failures of the Indonesian government on the island to address issues such as poverty, education, health, and development. The movement hopes to one day see the Morning Star flying freely amidst the tree tops of the island. They envision a fair, transparent, and fully representative referendum — one that they believe, if acted upon, would lead to a free and independent Papua.

Many Indonesians see Papua as one of their national strengths, as it legitimizes the national motto, “Unity in Diversity.” Many West Papuans, however, feel they have waited too long for freedom.

 

Sistem Ekonomi Islam yang Pro Rakyat


 

 

Kemandirian Ekonomi

 

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali]dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]

 

 

Ayat Al Qur’an di atas memerintahkan ummat Islam untuk melarang orang-orang Kafir masuk kota Mekkah meski perekonomian waktu itu bergantung pada mereka. Sebagian takut miskin. Tapi Allah mengatakan jangan khawatir jadi miskin karena Allah justru akan menjadikan mereka kaya. Dan buktinya penduduk Mekkah hingga saat ini menjadi kaya, karena mereka menikmati perekonomian mereka. Tidak didominasi oleh perusahaan asing.

 

 

90% Migas Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Akibatnya 6 dari 7 perusahaan Migas Asing yang beroperasi di Indonesia (dan juga negara-negara lain) masuk dalam daftar 10 perusahaan dengan pendapatan terbesar versi majalah Forbes 500 (misalnya pendapatan Exxon tahun 2007 US$ 452 Milyar / Rp 542 Trilyun) sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Paling tidak mereka menikmati 40% hasil Migas Indonesia. Ini jika angka produksi yang mereka laporkan benar. Karena menurut Amien Rais, sulit menghitung berapa banyak gas yang dihasilkan dari bumi Indonesia jika langsung dialirkan melalui pipa ke Singapura.

 

 

Kemudian untuk Pertambangan Emas, Perak, Tembaga, dsb lebih parah lagi. Perusahaan Asing mendapat bagian terbesar (85%) sementara 240 juta rakyat Indonesia harus puas dengan bagian kecil 15%.

 

 

Padahal tambang minyak itu teknologi tua yang ratusan tahun umurnya sementara tambang emas itu ribuan tahun lalu orang sudah biasa melakukannya. Mayoritas pekerja di perusahaan-perusahaan asing tersebut juga putera Indonesia. Jadi tidak ada alasan bahwa Indonesia tidak bisa mengelola sendiri kekayaan alamnya.

 

 

Presiden Venezuela, Hugo Chavez menasionalisasi perusahaan Migas, begitu pula Arab Saudi sudah lebih dulu menasionalisasi perusahaan minyak tahun 1974 akhirnya meningkatkan pendapatan pemerintah secara besar-besaran sehingga bisa mendanai pembangunan ekonomi secara masif (MS Encarta).

 

 

“The latter development, along with SAUDI ARABIA’S 1974 TAKEOVER OF CONTROLLING INTEREST IN THE HUGE OIL COMPANY ARAMCO, GREATLY INCREASED GOVERNMENT REVENUE, THUS PROVIDING FUNDS for another massive economic development plan.” [Ensiklopedi Microsoft Encarta]

 

 

Agar Indonesia bisa maju, maka para politisi/pemimpin Indonesia apalagi yang Muslim jangan menjadi budak perusahaan asing/kafir. Mereka harusnya punya kesadaran untuk membuat Indonesia jadi bangsa yang mandiri.

 

 

Menurut PENA, dari kekayaan alam Indonesia, setiap tahun perusahaan-perusahaan asing mendapat Rp 2.000 Trilyun/tahun. Bagaimana rakyat Indonesia bisa makmur? Oleh karena itu jika perusahaan-perusahaan asing tersebut memberi Rp 10-20 trilyun kepada para comprador-nya (kaki tangannya) di Indonesia, mereka tetap jauh lebih untung.

 

 

Meski para kaki tangan tersebut beserta kroninya makmur, tapi mayoritas rakyat Indonesia jadi miskin. Padahal jika mereka berpikir jauh ke depan, mereka bisa membuat rakyat Indonesia makmur bersama mereka seperti Arab Saudi jika mengelola kekayaan alam sendiri.

 

 

Ketika saya ke Arab Saudi tahun 1983, jarang ada Sepeda Motor. Rata-rata rakyatnya punya mobil. Hebatnya lagi hampir tiap tahun mereka ganti mobil. Listrik dan Rumah Sakit gratis. Sekolah bukan hanya gratis, tapi siswanya diberi uang saku hingga ke Perguruan Tinggi. Itulah hasil yang didapatkan jika kekayaan alam bisa dinikmati 100% oleh bangsa sendiri.

 

 

Memang Arab Saudi minyaknya banyak. Tapi Indonesia bukan cuma punya Migas. Indonesia punya emas, tembaga, perak, hutan, kebun, sawah, dan laut yang luas (5 juta km2 atau lebih dari 2 x luas Arab Saudi). Jika kekayaan alam dikelola sendiri, maka Rp 2.000 trilyun/tahun bisa dinikmati Indonesia, sehingga APBN 2009 bisa mencapai 3.000 Trilyun lebih.

 

Kemandirian Nasional bisa menghemat devisa dan membuka banyak lapangan kerja. Sebagai contoh, di Indonesia pasar kendaraan bermotor terdiri dari 6,2 juta sepeda motor dan 1 juta mobil/tahun dengan nilai sekitar Rp 224 Trilyun/tahun. Indonesia bisa menghemat Rp 224 trilyun/tahun jika presiden Indonesia mendukung PT Inka yang sudah berhasil membuat kancil untuk membuat mobil Gea yang harganya hanya Rp 40 juta dengan konsumsi bensin 1:30.

 

Pasar Susu ada sekitar Rp 30 trilyun. Namun 80% lebih Indonesia impor. Pasar Kedelai sekitar Rp 12 Trilyun. Namun Indonesia impor 60%. Pemerintah bisa menyediakan modal tanah dan uang kepada para petani agar pasar susu dan kedelai bisa dipenuhi 100% dari dalam negeri.

 

Harusnya dana APBN Rp 1.000 trilyun lebih minimal 10% digunakan untuk hal yang produktif berupa pendanaan atau pembentukan BUMN baru agar kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri secara mandiri. Untuk setiap sektor, misalnya Migas paling tidak harus dibuat 3 BUMN agar mereka bisa kompetitif dan ada bahan perbandingan bagi pemerintah/wakil rakyat untuk mengevaluasi kinerja BUMN tersebut.

 

 

Pemerintah Memenuhi Kebutuhan Dasar Rakyatnya

 

Rasulullah Saw melarang orang menjual air (Mutafaq’alaih)

 

Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme memperdagangkan semua barang termasuk air yang merupakan kebutuhan vital manusia dengan harga setinggi-tingginya.

 

Contoh Neoliberalis kuno adalah Orang Yahudi yang menjual air kepada penduduk Madinah. Kalau tidak punya uang, silahkan mati kehausan. Islam tidak begitu!

 

Islam melarang jual-beli air. Jika ada yang memprosesnya dari kotor hingga bisa diminum, hanya boleh menjual sekedar mengganti ongkos produksi dan keuntungan ala kadarnya.

 

Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan rakyat seperti air, tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya kepada rakyat.

 

Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat

 

Ini diikuti oleh para Founding Fathers Negara Indonesia:

 

Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33 ayat 2

 

Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya secara gratis. Bukan menjual dengan harga ”Pasar” yang dipermainkan oleh para spekulan!

 

Oleh karena itu Privatisasi Air yang menjadikan air jadi mahal serta harga BBM yang mengikuti harga Pasar Komoditas NYMEX New York yang dimainkan oleh para Spekulan Pasar bertentangan dengan Sistem Ekonomi Islam.

 

Modal Produksi Penting Dimiliki Bersama

 

Faktor Produksi Penting seperti air, padang rumput, dan api (energi) menurut Islam adalah milik ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan untuk dimonopoli oleh orang-orang kafir harbi atau dimonopoli segelintir pengusaha.

 

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

Para pendiri bangsa Indonesia menyadari pentingnya hal itu sehingga merumuskan UUD 45 yang sejalan dengan hadits di atas:

 

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 ayat 3

 

Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal Tanah, Uang, Pertambangan. Rakyat nyaris tidak mendapat apa-apa sehingga tidak bisa berusaha.

 

69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha atau satu pengusaha rata-rata 106 ribu hektar sementara mayoritas petani lahannya menurut Bank Dunia kurang dari 0,4 hektar! Bahkan banyak petani yang tidak punya lahan sehingga hanya jadi buruh tani dengan penghasilan kurang dari Rp 300 ribu/bulan!

 

Ada ketidak adilan. Segelintir orang dapat lebih dari 100 ribu hektar per orang, sementara banyak buruh tani tidak punya tanah sama sekali. Dalam Islam, lahan tersebut milik bersama. Harus dibagi secara adil. Perlu Reformasi Tanah / Agraria agar semua pihak bisa mendapat tanah negara secara adil sehingga semua bisa berusaha/bekerja.

 

Dari Said bin Zaid bin Amru bin Nufail ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3020)

 

Pendapatan Daerah untuk Pembangunan Daerah

Banyak propinsi/daerah yang kaya Sumber Daya Alam, tapi ternyata kabupaten dengan penduduk termiskin juga ada di propinsi itu. Ini karena sebagian besar pendapatan daerah (berupa migas, emas, perak, dsb) disedot ke Pusat hingga 90% lebih. Akibatnya penduduk daerah tersebut jadi miskin. Contohnya adalah di Aceh, Riau, Papua, dan sebagainya. Tak heran jika akhirnya ada aksi Separatisme karena kekecewaan penduduk daerah.

 

Dalam Islam, pungutan untuk biaya keamanan dan pemerintahan tak lebih dari 20%. Sebagian besar (80%) tetap dimiliki daerah sehingga daerah jadi berkembang. Kenapa wilayah-wilayah jajahan Romawi dan Persia begitu mudah “jatuh” ke tangan Islam? Karena pemimpin dan penduduk wilayah jajahan tersebut lebih senang dengan pemerintah Islam yang mengenakan jizyah (pajak) yang jauh lebih kecil daripada yang dikenakan Kerajaan Romawi/Persia (Ensiklopedi MS Encarta).

 

Karena 80-90% uang beredar di Jakarta, maka terjadi urbanisasi. Banyak penduduk dari seluruh Indonesia yang pindah ke Jakarta dan sekitarnya untuk mencari makan karena di daerah susah. Penduduk Jabodetabek pun “meledak” hingga 30 juta orang di area hanya 2000 km2. Kemacetan, polusi, dan kriminalitas pun jadi menu sehari-hari.

 

Mata Uang Emas yang Stabil

 

Krisis Ekonomi di Indonesia sering disebabkan karena melemahnya nilai uang kertas Rupiah. Bahan kertas serta biaya cetak uang kertas rupiah paling hanya Rp 30 per lembar. Nyaris tidak ada harganya. Namun oleh pemerintah kemudian dihargai dengan nilai Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan sebagainya tanpa adanya jaminan sama sekali.

 

Nilai Rupiah, sebagaimana halnya nilai uang kertas lainnya seperti Dollar ditentukan oleh para Pelaku Pasar Uang yang memang memainkan uang sebagai alat spekulasi dengan nilai sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun hanya di Indonesia. Tak heran jika pada tahun 1998 nilai Rupiah masih Rp 2.400/1 US$, beberapa bulan setelah Krisis Moneter nilainya hancur jadi Rp 16.700/1 US$. Setelah itu baru naik lagi ke Rp 7.000/1 US$ di zaman Habibie. Kemudian di zaman Mega dan Gus Dur jadi Rp 8.000. Lalu di zaman SBY anjlok jadi Rp 12.000/1 US$.

 

Jika dirunut lebih jauh, pada tahun 1946, 1 US$ = Rp 1,88. Namun tahun 2009, 1 US$ = Rp 12.000. Nilai Rupiah turun lebih dari 6.000 x terhadap Dollar. Pada tahun 1970 Ongkos Naik Haji (ONH) hanya Rp 182.000. Tahun 2009 jadi US$ 3.400 atau Rp 40,8 juta. Pada tahun 1970 mungkin orang bangga punya gaji Rp 182.000 per bulan karena dia bisa naik haji dan beli rumah tiap tahun. Tapi sekarang, pembantu pun tidak ada yang mau digaji segitu. Itulah nilai mata uang kertas Rupiah yang hancur terus-menerus meski berganti presiden dan menteri keuangan. Rakyat Indonesia akan terus termiskinkan jika upahnya yang memakai rupiah, nilainya terus merosot drastis.

 

Sebaliknya Dinar Emas (4,25 gram emas 22 karat) yang biasa dipakai di zaman Nabi menurut Buku Sahih Bukhari bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. 1.400 tahun kemudian, ternyata dengan 1 Dinar Emas (sekarang sekitar Rp 1,5 juta) kita juga bisa membeli 1-2 ekor kambing. Tidak ada penurunan nilai Mata Uang Emas terhadap barang lainnya.

 

Begitu pula stablitas nilai uang Dirham Perak digambarkan Allah dalam surat Al Kahfi ayat 19: “..Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu…” Kejadian pada surat Al Kahfi itu sekitar 3.000 tahun lalu di mana sekitar 5 orang penghuni gua menyuruh temannya membawa beberapa uang perak/Dirham untuk membeli makanan. Ternyata dengan 3 Dirham (Nilainya sekarang sekitar Rp 100 ribu) kita juga bisa membeli makanan untuk 5 orang.

 

Islam juga memakai 85 gram emas sebagai nisab wajib zakat sehingga nilainya tetap relevan sepanjang zaman. Bayangkan jika kita pakai rupiah sebagai nisab, misalnya tahun 1970 nisabnya Rp 182 ribu, sekarang orang yang gajinya sebesar itu justru adalah orang yang paling miskin yang harus dizakati.

 

Di Ensiklopedi MS Encarta disebutkan ada 3 jenis uang: Uang Barang (Commodity Money), Uang Kredit (Credit Money), dan Uang Kertas (Fiat Money).

 

Uang Barang ini adalah uang yang nilai nominalnya sama dengan nilai bahannya. Contohnya Uang emas, perak, tembaga, dan sebagainya. Uang emas, perak, dan tembaga sudah digunakan selama ribuan tahun dari tahun 2.500 sebelum masehi di Mesopotamia. Islam memakai Uang Emas (Dinar), Perak (Dirham), dan Tembaga (Fulus) sebagai mata uang. Dalam mata uang barang ini sulit dimanipulasi karena Uangnya betul-betul memiliki nilai riel. Negara-negara Eropa dan Amerika juga pernah memakai emas dan perak sebagai mata uang hingga tahun 1933. Uang emas dan perak sudah terbukti selama 4.000 tahun sebagai mata uang yang stabil!

 

Uang Kredit adalah uang kertas yang dijamin dengan logam mulia seperti emas/perak. Contohnya hingga tahun 1971, Uang Dollar AS masih menjadi Uang Kredit karena dijamin dengan emas. Uang dollar AS bisa ditukar dengan emas dengan berat tertentu.

 

Karena dijamin emas, uang kredit ini lebih stabil. Meski demikian, bisa saja terjadi manipulasi yang akhirnya mengakibatkan krisis keuangan jika uang yang dikeluarkan ternyata tidak sesuai dengan emas yang dijaminkan. Misalnya dikeluarkan US$ 30.000.000 dengan jaminan 1.000 kg emas. Tapi ternyata uang yang dicetak adalah US$ 60.000.000. Sulit bagi kita untuk mengetahui kecurangan seperti itu. Walhasil karena jumlah uang berlebih, akan terjadi kemerosotan nilai uang. Inilah kekurangan Uang Kredit dibanding dengan Uang Komoditas.

 

Karena yang memakai Dollar AS bukan hanya warga AS, tapi seluruh penduduk dunia, akhirnya jumlah Dollar yang dipegang oleh pemerintah non AS justru 5 kali lipat lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah AS. Akhirnya AS tidak punya cukup emas untuk menjaminnya. Presiden AS, Richard Nixon akhirnya menghentikan jaminan emas pada tahun 1971 sehingga Dollar AS berubah jadi Fiat Money/Uang Fiat. Dollar AS tidak dijamin apa-apa. Nilainya ditentukan oleh pelaku Pasar Uang. Agar “stabil”, The Fed akhirnya menerbitkan semacam SBI dan memberi bunga bagi pemegang uang untuk mengontrol nilai Dollar/jumlah uang beredar.

 

Jadi penggunaan Uang Fiat itu hingga tahun 2009 ini baru berusia 38 tahun. Selama 38 tahun itu, uang lebih banyak jadi alat spekulasi ketimbang alat tukar. Karena tidak perlu jaminan apa pun, AS bebas mencetak Dollar sebanyak yang mereka mau. Sebagai contoh, tahun 2009 ini pemerintah AS mencetak US$ 1,25 Trilyun uang baru (Rp 15.000 Trilyun) atau 15 kali APBN Indonesia. Padahal untuk mendapatkan Dollar, negara-negara lain seperti Indonesia harus menjual migas, emas, tembaga, berhutang ke luar negeri, mengundang investor asing, menjual BUMN, dan sebagainya. Sementara pemerintah AS untuk mendapatkan Dollar tinggal memencet tombol printer uang Dollar. Ini adalah satu ketidak-adilan yang harus kita sadari!

 

Selama 38 tahun pemakaian Uang Fiat paling tidak menurut Stiglitz sudah ada 4 kali Krisis Keuangan yang menyengsarakan penduduk dunia. Di antaranya tahun 1970, 1989-1990, 1998, dan 2008-2009. Rakyat termiskinkan, perusahaan-perusahaan banyak yang tutup, PHK massal, dan sebagainya karena hancurnya nilai mata uang.

 

Oleh karena itu, dalam Sistem Ekonomi Islam, pemerintah harus memakai mata uang yang nilainya stabil (Uang Emas dan Uang Perak) agar pendapatan rakyat tidak digerus inflasi. Ekonomi Indonesia tidak akan jalan jika nilai mata uang Rupiah tidak stabil sehingga akhirnya barang-barang termasuk Ongkos Naik Haji dinilai dengan Dollar.

 

Indonesia bisa mengeluarkan Koin Emas Rupiah di mana 1 Rupiah emas = 1 gram emas 22 karat. Kalau pun uang kertas ada, itu harus dijamin dengan rupiah, misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rupiah Emas. Namun pemerintah harus menguasai pertambangan emas, perak, dan tembaga, sebab kalau 85% hasil tambang Indonesia dinikmati asing, Indonesia akan kekurangan emas, perak, dan tembaga untuk mendukung mata uangnya. Sejelek-jeleknya, perusahaan asing tersebut cukup dapat 10%. Toh tanpa emas Indonesia, secanggih apa pun alatnya tetap tidak akan dapat emas dan akan jadi besi tua. Jika tidak setuju, silahkan bawa alatnya keluar dari Indonesia. Indonesia bisa beli alat sendiri yang lebih baru.

 

Pengutamaan Pertanian/Pangan

 

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang menanam suatu pohon atau bertani dengan suatu macam tanaman kemudian dimakan burung, manusia atau ternak melainkan hal itu akan menjadi sedekah baginya. (Shahih Muslim No.2904)

Makanan adalah kebutuhan manusia nomor satu. Tanpa makanan, manusia akan mati kelaparan. Oleh karena itu Islam sangat mengutamakan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Meski krisis, selama makanan cukup insya Allah bangsa Indonesia akan bertahan.

 

Pasar Rakyat yang Egaliter

 

Menurut Nabi, 7 dari 8 pintu rejeki ada dalam perdagangan. Semua produksi pertanian, peternakan, pabrik, dan sebagainya harus diperdagangkan agar memberikan pemasukan bagi produsennya. Untuk itu pasar yang bisa dinikmati siapa saja termasuk oleh pedagang kecil harus tersedia.

 

Keberadaan Mal-mal yang menjangkau hingga ke daerah-daerah harus diawasi agar jangan sampai memonopoli produk dan mematikan Pasar Tradisional. Bagaimana pun Mal-mal yang ada umumnya harganya cukup tinggi dan seragam baik di kota mau pun di desa. Padahal pendapatan orang kota dengan orang desa berbeda. UMR tahun 2008 saja berbeda dari yang tinggi sekitar Rp 1 juta di Aceh hingga yang hanya Rp 400 ribuan di kota-kota kecil di Jawa.

 

Dalam Islam, orang kota tidak boleh menjual kepada orang desa. Ini untuk melindungi pedagang kecil di desa.

 

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Kami dilarang, seorang kota menjual kepada orang desa, meskipun saudaranya atau ayahnya. (Shahih Muslim No.2800)

 

Boleh dikata Mal-mal yang ada menyulitkan orang kecil untuk berdagang karena harga kiosnya sangat mahal. Sebagai contoh, di Mal di daerah Jakarta selatan, Kios dengan ukuran kurang dari 6 m2 dihargai sampai Rp 700 juta! Paling murah Rp 200 juta di ruang terbuka. Jelas tidak terjangkau oleh pedagang kecil.

 

Padahal Pasar seperti Pasar Tanah Abang sebelum “kebakaran” dan digusur jadi Mal, omsetnya mencapai Rp 15 trilyun/tahun.

 

Pada Pasar Rakyat, rakyat bisa menjual produknya dengan mudah, pedagang kecil bisa berdagang, dan para pembeli bisa membeli barang dengan harga murah.

 

Di Mal, hanya produk tertentu yang bisa dijual, hanya pedagang kaya yang bisa berdagang, dan harga barangnya cukup mahal sehingga hanya orang menengah ke atas yang bisa belanja di situ.

 

Harta Harus Beredar di Seluruh Masyarakat

 

Dalam Islam, harta tidak boleh hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Tapi juga harus mengalir ke fakir miskin dan anak yatim.

“…Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]

Uang juga tidak boleh jadi alat spekulasi di Pasar Saham dan Pasar Uang. Tapi harus mengalir sehingga bisa dipakai untuk usaha dan juga membantu orang miskin.

 

Tahun 2007 di BEI dari Rp 1.982 Trilyun transaksi saham, hanya Rp 18,87 T untuk Modal Emiten Baru dan Rp 25,5 T untuk tambahan modal Emiten lama. Artinya hanya 2,24% uang ke Sektor Riel, sementara 97,76% uang tersedot ke Spekulan Saham di Pasar Sekunder (Jual-Beli Saham antar spekulan). Spekulasi saham ini bisa mematikan sektor riel karena uang untuk modal usaha tidak ada!

Oleh karena itu, untuk pasar Saham primer berupa IPO di mana pengusaha menjual saham untuk modal usaha dibolehkan, sementara untuk Pasar Sekunder di mana saham dijual antar sesama spekulan saham harus dibatasi. Pemerintah bisa mengenakan PPN 10% untuk saham yang dijual.

 

Dalam Islam, orang berusaha itu berharap mendapat untung dari hasil usahanya (profit/deviden). Bukan dari menjual perusahaannya/saham (Capital Gain).

 

Barang Harus Beredar Lancar di Masyarakat. Bukan Ditimbun di Pasar Komoditas

 

Dari Ma’mar Ibnu Abdullah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan menimbun (barang) kecuali orang yang berdosa.” Riwayat Muslim.

 

Pada Pasar Tradisional pedagang berusaha menjual barangnya ke pembeli secepat mungkin. Barang mengalir sebagai berikut:

Produsen>Distributor>Pengecer>Pembeli (Max waktu: 6 bulan)

 

Pada Pasar Komoditas, barang berupa kontrak pembelian baru bisa dicairkan dalam waktu 72 bulan (6 Tahun). Selama itu jadi spekulasi antar Spekulan Pasar Komoditas. Alirannya sebagai berikut:

Produsen>Perantara>Bursa>Spekulan>Spekulan>Spekulan.. >Distributor>Pengecer>Pembeli (Max waktu: 72 bulan)

Contoh Pasar Komoditas: NYMEX (New York). Akibat spekulasi ini, harga minyak dunia naik dari US$ 24/barrel pada tahun 2002 menjadi US$ 147/barrel pada tahun 2008.

 

Pemerintah harus berusaha menguasai barang yang jadi hajat hidup orang banyak di dalam negeri. Untuk barang impor, harus dilakukan kontrak pembelian antar pemerintah (G to G).

 

Melarang Ekonomi Spekulatif / Judi

 

Orang menganggap jual-beli saham sebagai “High Risk High Return.” Artinya “Rugi Besar Untung Besar”. Spekulatif/Judi! Demikian pula Pasar Uang dan Pasar Komoditas.

 

Abu Hurairah Ra berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas harga, barang, waktu dan tempatnya). Riwayat Muslim.

 

Anas berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara muhaqalah (menjual biji atau tanaman dengan borongan yang masih samar ukurannya), muhadlarah (menjual buah-buahan yang belum masak yang belum tentu bisa dimakan), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli sesuatu dengan sekedar lemparan), dan muzabanah. Riwayat Bukhari.

 

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah membeli minyak di pasar dan ketika minyak itu telah menjadi hak milikku aku bertemu dengan seseorang yang akan membelinya dengan keuntungan yang baik. Ketika aku hendak mengiyakan tawaran orang tersebut, ada seseorang dari belakang yang memegang lenganku. Aku berpaling dan ternyata ia adalah Zaid Ibnu Tsabit. Lalu ia berkata: Jangan menjualnya di tempat engkau membeli, sampai engkau membawanya ke tempatmu, sebab Rasulullah SAW melarang menjual barang di tempat barang itu dibeli sampai para pedagang membawanya ke tempat mereka. Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadz menurutnya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

 

Rasulullah Saw melarang penjualan karena terpaksa (dipaksa menjual karena terdesak kebutuhan) dan melarang penjualan dengan penipuan. (HR. Mashabih Assunnah)

 

Pada tahun 2004 ada 12 perusahaan yang IPO (menerbitkan saham) di BEJ dan 14 perusahaan yang delisting (keluar/bangkrut). Pada tahun 2007 perusahaan yang IPO ada 22 dan yang Delisting 7. Rasio antara perusahaan yang IPO vs Delisting (kemungkinan besar bangkrut) mencapai>32%

 

Tahun 2009 Nasabah Sarijaya Sekuritas menderita kerugian 245 milyar karena uangnya digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas. Sementara nasabah Madoff rugi US$ 50 Milyar karena transaksi Derivatif Saham.

 

ENRON dgn aset Rp 1000 Trilyun hancur karena perkembangan modal melebihi daya serap pasar

Islam melarang spekulasi seperti itu. Dalam Islam transaksi harus jujur dan transparan. Jika ada cacat, harus diberi tahu kepada calon pembelinya. Bukan disembunyikan atau membuat isyu agar harga barangnya naik.

 

Ekonomi Bebas Riba/ Rente

Salah satu penyebab Krisis Ekonomi Indonesia adalah hutang dengan riba. Pemerintah dan Swasta berhutang sampai US$ 125 Milyar lebih (Rp 1.500 Trilyun). Cicilan hutang dan bunga sampai Rp 250 Trilyun/tahun sementara APBN 2009 hanya 1.037 Trilyun.

 

Dalam Islam, riba/bunga itu dilarang:

 

Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu; dan urusannya terserah kepada Allah. Orang yang kembali mengambil riba, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah:275]

Jabir Ra: Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: “Mereka itu sama.” Riwayat Muslim.

 

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “(Diperbolehkan menjual) emas dengan emas yang sama timbangannya dan sama sebanding, dan perak dengan perak yang sama timbangannya dan sama sebanding. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan maka itu riba.” Riwayat Muslim.

Dalam Islam, pinjaman harus diberi tanpa bunga. Jika tidak, peminjam bisa menginvestasikan uangnya dan mendapat keuntungan bersama (bagi hasil).

 

Jaminan Sosial Bagi Penduduknya

 

Di negara-negara Eropa, pajak penghasilan dilakukan secara progresif. Yang miskin tidak kena pajak. Yang menengah kena pajak. Makin kaya seseorang makin besar pula pajaknya hingga 50% lebih. Namun mereka dapat kompensasi. Di Belanda jika seseorang kena PHK, dia dapat santunan 50% dari gaji pokok. Sementara di Denmark, orang-orang tua mendapat apartemen sendiri dan santunan. Setiap 2 minggu petugas sosial datang beres-beres dan berbelanja untuk kebutuhan mereka.

Dalam Islam, negara wajib mengatur agar harta dari si kaya bisa mengalir ke orang miskin. Ingat kisah Khalifah Umar yang memanggul sendiri karung makanan kepada warganya yang kelaparan?

 

“…Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]

 

“Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” [Adz Dzaariyaat:19]

 

Saat ini sekitar separuh penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sementara 11,5 juta orang di Indonesia kelaparan. Pemerintah harus memastikan agar tidak ada orang-orang miskin di Indonesia yang kelaparan sementara segelintir lainnya jadi milyarder dengan harta trilyunan rupiahBaik dengan memberi santunan langsung mau pun memberi modal usaha/pekerjaan.

 

Gaji/Fasilitas yang Wajar dan Tidak Berlebihan

 

Salah satu pemborosan atau penyebab kehancuran ekonomi adalah gaji/fasilitas yang terlalu besar/di luar kewajaran sehingga akhirnya dana yang ada tidak mencukupi untuk kesejahteraan rakyat atau kebutuhan penting lainnya.

 

Sebagai contoh, banyak jenderal kita yang hartanya mencapai puluhan milyar rupiah dan punya banyak mobil mewah seperti Mercy bahkan mobil pengiringnya saja Nissan Terano atau Landcruiser. Namun ternyata Panser Amfibi yang dipakai tentaranya adalah Panser kuno yang berumur 60 tahun sehingga tenggelam sendiri bersama penumpangnya meski tidak ada musuh yang menyerang. Demikian pula dengan pesawat terbang yang umurnya rata-rata di atas 20 tahun sehingga sering jatuh sendiri. Jika perang melawan musuh, tentu akan dapat dikalahkan dengan mudah karena para jenderal lebih memilih Mercy yang nyaman bagi kepentingan pribadinya ketimbang pesawat tempur atau tank yang canggih.

 

Banyak pula para pejabat yang anggaran bajunya saja mencapai milyaran rupiah per tahun sehingga tiap ada acara selalu pakai baju baru sekali pakai. Padahal uang tersebut bisa dipakai untuk mencegah 11,5 juta rakyatnya yang menderita kelaparan.

 

Ada lagi Gubernur BI yang mengusulkan gajinya sampai Rp 300 juta/bulan melebihi gaji presiden yang “hanya” Rp 62 juta/bulan. Alhamdulillah DPR menolak dan hanya menyetujui Rp 163 juta/bulan! Jika eksekutif BI ada 5 orang dan Komisaris (yang gajinya biasanya separuh) ada 5 orang, maka total gaji/tahun hanya untuk 10 orang itu bisa mencapai Rp 29 milyar lebih setiap tahun! Bayangkan jika banyak pejabat di tiap propinsi/instansi ingin mendapat gaji sebesar itu, bisa-bisa uang negara habis hanya untuk gaji pejabatnya. Ternyata gaji raksasa yang hanya menarik orang yang serakah itu tak mampu untuk membuat para Gubernur BI lolos dari masalah hukum. Banyak Gubernur BI yang dipenjara karena masalah uang.

 

Banyak pula para eksekutif/komisaris perusahaan swasta yang mengumpulkan dana masyarakat seperti Bank, Asuransi, Sekuritas yang sebenarnya merampok dana masyarakat lewat gaji/bonus/deviden yang sangat besar. Mereka cukup pintar untuk melakukan “Financial Engineering” (Rekayasa Laporan Keuangan) sehinggga perusahaan seolah-olah untung dan mereka pantas menikmati gaji dan bonus besar. Kenyataannya mereka memakai uang masyarakat yang mereka himpun. Begitu krisis, pemerintah pun harus memakai uang rakyat untuk membantu perusahaan mereka. Sebagai contoh di Indonesia pada Krisis Moneter 1998 pemerintah “menalangi” Rp 600 trilyun lewat KLBI/BLBI. Pemerintah mendapat kurang dari Rp 180 trilyun dari Rp 600 trilyun yang dikeluarkan.

 

Di AS juga begitu, seorang pimpinan perusahaan Lehman Brothers yang menghimpun dana masyarakat, Richard Fuld, dari tahun 2000-2008 mendapat gaji dan bonus sampai US$ 484 uta (Rp 5,8 Trilyun). Diperkirakan dengan Direktur dan Komisaris yang harusnya jadi pengawas, mereka semua (sekitar 10 orang) mendapat sekitar Rp 29 trilyun sementara aset perusahaan yang tersisa hanya US$ 350 juta dan harus dilikuidasi karena bangkrut dengan hutang yang amat banyak

 

 

 

 

Paham Ekonomi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam


IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan

Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000

11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan

FAO, MS Encarta 2006

Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.

“Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN.

Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran adalah contoh utama.

Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi minyak.

Harga Minyak Terus Meroket

 

Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 147/brl (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun!

Sebaliknya saat para kapitalis mengalami kesulitan, dengan berkolaborasi dengan anggota DPR dan Presiden, dikucurkanlah subsidi ribuan trilyun rupiah untuk mereka dari uang pajak rakyat.

Sebagai contoh, tahun 2008-9 U.S. Treasury dan the Federal Reserve System menalangi (bailed out) banyak Bank dan Asuransi Besar termasuk General Motors dan Chrysler. Congress (DPR) atas permintaan President George W. Bush mensahkan Program Subsidi (the Troubled Asset Relief Program or “TARP”) sebesar $700 billion (Rp 6.300 Trilyun)!.

http://en.wikipedia.org/wiki/Bailout

Di Indonesia, saat Krisis Moneter 1998 pemerintah menalangi Perbankan sekitar Rp 640 trilyun melalui KLBI dan BLBI. Ini sangat besar mengingat APBN saat itu cuma sekitar Rp 133 trilyun.  Kurang dari 1/3 dari uang rakyat yang kembali!

http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/01/18/0017.html

Hasil pelaksanaan Neoliberalisme di Indonesia

Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate). Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI. Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.670/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme.

Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun).

Barang
Harga 2005
Harga 2008
Kenaikan
Premium
1.810
6.000
231%
Beras
3.000
5.500
83%
Angkutan Umum
1.000
2.500
150%
Minyak Goreng
4.500
11.000
144%
UMR
635.000
972.000
53%

Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat = Pemiskinan Massal. Rata2 kenaikan harga barang 168% > kenaikan UMR 53%.

Kenaikan BBM 30% -> Pengangguran naik 16,92%

http://www.ppk.lipi.go.id/informasi/berita/berita_detil.asp?Vnomer=986

Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik 16% (jadi 256.431 kasus) setelah kenaikan harga BBM tahun 2005 (Kompas, 28-5-2008 ).

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/14074576/lipi.kenaikan.bbm.picu.kriminalitas

Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta. Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun). Neoliberalisme menjual produk kepada orang yang mampu membeli. Bukan yang membutuhkan.

Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah, uang, Sumber Daya Alam, dan sebagainya. Rakyat nyaris tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha/BUMN. Sementara mayoritas petani lahannya < 0,4 hektar (Bank Dunia). 90% Migas Indonesia dikuasai Perusahaan Asing. Tambang Emas dan Tembaga Papua dikuasai Freeport. Sumber daya alam dikuasai dan dinikmati MNC. Bukan oleh rakyat.

UKM hanya dapat pinjaman < Rp 7 trilyun/tahun

Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI -> Rp hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham. Untuk mendapat US$ Negara Berkembang harus usaha seperti menjual hasil tambang atau memproduksi barang. Sementara AS tinggal “Print” atau mencetak uang!

Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) < US$ 1/hari. Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya < daripada tahun 1989.

Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah

Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah

(Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft® Encarta® 2006)

Sejak 1994-1998, nilai kekayaan 200 orang terkaya di dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi > US$ 1 Trilyun. Aset 3 orang terkaya di dunia > dari GNP 48 negara terbelakang

(The United Nations Human Development Report, 1999)

Ada alternatif ekonomi yang lebih baik untuk rakyat ketimbang sistem Neoliberalisme. Sistem Ekonomi Alternatif ini memberikan keadilan dalam pembagian modal dan sumber daya alam serta harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau bagi rakyat. Sistem Ekonomi Islam, Sosialis, atau Pancasila memberi negara wewenang untuk mendistribusikan modal dan SDA. Sistem ini juga memberi negara hak untuk menguasai dan mengelola faktor produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara pada sistem Neoliberal, itu dikuasai oleh MNC yang hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan merampas modal dan SDA dari rakyat.

Foto Ka’bah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi


Inilah foto-foto (gambar) indah dari Ka’bah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Semoga kita semua bisa menjadi tamu Allah dan berkunjung ke sana.

Foto Masjidil Haram dari atas di siang hari.

 

Foto Masjidil Haram dari atas di malam hari.

Foto Ka’bah di malam hari ( 9 Juni 2011). Di mana orang sedang thawaf di sekeliling Ka’bah.

Foto Ka’bah di siang hari. Agak sepi karena suhu sekitar 51 derajad celsius meski bagi orang yang beriman insya Allah panasnya tidak terasa menyengat.

Rencana pembangunan Masjidil Haram.

Masjid Nabawi di Madinah di waktu malam

Masjid Nabawi di Madinah di siang hari.